LAMPUNG — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu Provinsi NTT, Adi Setiawan, mengungkapkan alokasi tersebut merupakan bagian dari program percepatan transformasi sistem kesehatan nasional. Anggaran difokuskan pada pengadaan alat kesehatan berteknologi tinggi, obat-obatan, digitalisasi layanan, serta operasional rumah sakit rujukan di kawasan timur Indonesia itu.
Alokasi Terbesar untuk Alat Kesehatan dan Obat
Dari total pagu yang tersedia, porsi anggaran terbesar mencapai Rp34,40 miliar dialokasikan untuk penyediaan sarana bidang kesehatan. Realisasi anggaran untuk pos ini tercatat baru mencapai Rp15,73 miliar.
Dana tersebut digunakan untuk pengadaan alat kesehatan modern, termasuk peralatan MRI, endoscopy, dan bronchoscopy. Pemerintah juga menganggarkan pembelian lima paket obat-obatan serta bahan medis habis pakai (BMHP) untuk menunjang pelayanan.
"Investasi pada peralatan medis modern diharapkan mampu meningkatkan kualitas