Pencarian

Bukan Sekadar Masak Jenang, Tradisi Ngejenang di Tanggamus Jadi Perekat Warga di Tengah Gempuran Zaman

Jumat, 12 Juni 2026 • 17:55:31 WIB
Bukan Sekadar Masak Jenang, Tradisi Ngejenang di Tanggamus Jadi Perekat Warga di Tengah Gempuran Zaman
Warga Talang Rejo bersama-sama mengaduk jenang dalam tradisi ngejenang yang berlangsung di halaman rumah warga.

TANGGAMUS — Pemandangan itu kembali terlihat di halaman rumah warga RT 002 RW 003, Pekon Talang Rejo, Jumat (12/6/2026). Sebuah kuali besar berisi adonan santan, tepung, dan gula diaduk perlahan menggunakan pengaduk kayu panjang. Para warga bergantian mengerjakan tugas yang membutuhkan tenaga dan kesabaran ekstra itu. Tawa dan canda mengiringi proses memasak yang berlangsung berjam-jam.

Bukan Sekadar Hidangan Manis

Bagi sebagian orang, ngejenang mungkin hanya terlihat seperti aktivitas memasak menjelang hajatan. Namun, warga setempat memaknainya lebih dari sekadar urusan dapur. Tradisi ini menjadi ruang silaturahmi dan wadah gotong royong yang diwariskan para leluhur.

"Bagi masyarakat Jawa, tradisi ini sudah ada sejak zaman orang tua dulu. Kalau ada hajatan, warga berkumpul membantu membuat jenang. Ini menjadi ajang mempererat persaudaraan," ujar Kasmin, tokoh masyarakat setempat.

Proses Melelahkan yang Justru Merekatkan

Pembuatan jenang bukan pekerjaan ringan. Adonan harus terus diaduk selama berjam-jam agar teksturnya sempurna dan tidak gosong. Karena beratnya pekerjaan ini, warga melakukannya secara bergantian. Namun, di balik kelelahan itu, tumbuh nilai-nilai sosial yang menjadi kekuatan utama tradisi ini.

Sambil mengaduk jenang, warga saling bertukar cerita tentang keluarga, pekerjaan, hingga perkembangan kampung. Anak-anak bermain di sekitar halaman, sementara para orang tua menikmati kebersamaan yang kian langka di tengah kehidupan modern.

Kebersamaan yang Tak Tergantikan Katering

Di era serba praktis, tradisi ngejenang perlahan mulai berkurang. Kemudahan akses terhadap jasa katering menjadi salah satu penyebabnya. Namun, warga seperti Sanimin menilai ada harga yang harus dibayar dari kemudahan itu.

"Kalau semua diserahkan ke jasa katering memang lebih praktis. Tapi yang hilang adalah kebersamaannya. Tradisi seperti ini yang membuat hubungan antarwarga tetap dekat," kata Sanimin.

Ia menegaskan, nilai utama dari tradisi ngejenang bukan terletak pada hasil masakannya. "Yang dicari bukan hanya jenangnya. Yang lebih penting adalah rasa kekeluargaan dan gotong royongnya. Itu yang tidak bisa digantikan oleh apa pun," ujarnya.

Merawat Api Gotong Royong

Di tengah derasnya arus modernisasi, tradisi ngejenang menjadi bukti bahwa kemajuan zaman tidak selalu harus menghapus identitas budaya. Bagi warga Talang Rejo, setiap adukan jenang bukan sekadar mengolah bahan makanan. Di dalamnya tersimpan nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ketika jenang akhirnya matang dan siap disajikan, yang tersaji bukan hanya makanan bercita rasa manis. Ada cerita tentang warga yang saling membantu tanpa pamrih dan harapan agar warisan leluhur itu terus hidup. Di Talang Rejo, ngejenang adalah cara masyarakat menjaga api gotong royong agar tetap menyala.

Bagikan
Sumber: kupastuntas.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks