LAMPUNG — PLN melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna bergerak cepat menjangkau Desa Matutuang, Desa Kawio, dan Desa Marore. Ketiga wilayah ini merupakan gugusan pulau terluar yang paling parah terdampak gempa yang mengguncang Filipina Selatan dan Kabupaten Kepulauan Sangihe pada 8 Juni 2026 lalu.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, mengatakan distribusi logistik dilakukan langsung ke titik-titik pengungsian. "Bantuan logistik terdiri dari 192 paket sembako, 384 butir telur, dan 160 paket makanan ringan," katanya di Manado, Jumat.
Listrik Dipulihkan, Dapur Darurat Jalan
Paralel dengan pembagian sembako, tim teknis PLN terus bersiaga 24 jam memulihkan infrastruktur kelistrikan yang terganggu. Usman menegaskan komitmen perusahaan tidak berhenti pada keandalan pasokan listrik.
"Kami di PLN tidak hanya berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah kepulauan terluar seperti Sangihe yang aksesnya menantang pascabencana," ujarnya.
Aksi kemanusiaan ini disebut sebagai pengejawantahan nilai-nilai Pancasila. Manager PLN UP3 Tahuna, RM Dimas Adhi Prabowo, menambahkan momentum Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat untuk menghadirkan manfaat nyata di kondisi darurat. "Kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa serta mempercepat pemulihan psikologis dan fisik mereka," jelas Dimas.
Sinergi dengan BPBD untuk Mitigasi Hambatan Geografis
Distribusi bantuan tidak lepas dari koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sinergi ini krusial untuk memitigasi hambatan geografis dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu Labesi, menyampaikan apresiasi atas respons cepat PLN. "Bantuan logistik ini sangat berarti bagi warga yang sedang menjalani masa pemulihan di tenda-tenda darurat," ungkapnya.
Dengan penyaluran ini, PLN berharap aktivitas perekonomian dan pelayanan publik di Kepulauan Sangihe dapat segera kembali normal setelah jaringan listrik pulih sepenuhnya.