LAMPUNG — Vice President Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, mengatakan keberlanjutan kini menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan perusahaan, bukan sekadar kepatuhan. "Bagi TelkomGroup, sustainability bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan, melainkan bagian integral dari strategi perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing di era digital," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Implementasi ESG dijalankan lewat tiga pilar: Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business. Pada pilar lingkungan, Telkom untuk pertama kalinya meluncurkan Climate Transition Plan. Langkah ini menjadi strategi perusahaan menghadapi perubahan iklim dengan mengelola emisi, efisiensi energi, dan pengembangan infrastruktur digital ramah lingkungan, termasuk green data center.
Porsi Perempuan di Manajemen Capai 21 Persen
Di bidang sumber daya manusia, TelkomGroup terus meningkatkan investasi pengembangan talenta digital. Hingga 2025, lebih dari 20,2 persen talenta perusahaan telah masuk kategori digital talent. Sementara itu, 21 persen posisi manajerial ditempati oleh perempuan, menunjukkan peningkatan inklusivitas di level pengambil keputusan.
Pemberdayaan ekonomi juga menjadi sorotan. Sepanjang 2025, sebanyak 12,6 persen UMKM binaan Telkom berhasil naik kelas berkat pendampingan dan pemanfaatan teknologi digital. Angka ini menjadi bukti dampak nyata ekosistem digital yang dibangun perusahaan terhadap pelaku usaha kecil.
Tata Kelola Diperkuat dengan Direktorat Baru
Pada pilar Elevate Our Business, Telkom membentuk Direktorat Legal & Compliance. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko, kepatuhan regulasi, perlindungan data, serta keamanan informasi. Semua ini sejalan dengan agenda transformasi TLKM 30 yang mencakup peningkatan operational excellence, penyederhanaan portofolio bisnis, monetisasi aset digital, dan transformasi menuju strategic holding company yang lebih adaptif.
Dengan penerbitan laporan ini, Telkom menunjukkan bahwa transformasi bisnis berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan yang terukur. Langkah ini menjadi acuan bagi BUMN lain dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi jangka panjang.