LAMPUNG — Bandung menjadi salah satu kota yang merayakan kemeriahan menjelang Piala Dunia FIFA 2026. Alih-alih sekadar turnamen tontonan, gelaran Semarak Bola Gembira mengemasnya dalam festival hiburan musik dan nobar yang terbuka untuk umum.
Kegiatan ini bukan hanya ajang kumpul penggemar sepak bola. Lebih dari itu, penyelenggara menyasar dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar.
Hiburan Musik dan Layar Raksasa Jadi Daya Tarik Utama
Semarak Bola Gembira menyuguhkan pertunjukan musik sebagai pemanas sebelum pertandingan dimulai. Warga yang hadir bisa menikmati alunan lagu sambil menunggu kick-off laga Piala Dunia yang diputar di layar lebar.
Konsep ini diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung dibanding nobar biasa. Suasana karnaval pun diciptakan agar masyarakat betah berlama-lama di lokasi acara.
UMKM Jadi Motor Ekonomi di Tengah Euforia Sepak Bola
Penyelenggara secara khusus melibatkan puluhan pelaku UMKM untuk berjualan di area sekitar panggung dan layar nobar. Mulai dari kuliner khas Bandung, minuman segar, hingga merchandise sepak bola tersedia di stan-stan yang telah disediakan.
Langkah ini diambil agar gelaran olahraga global bisa berdampak langsung ke kantong pedagang kecil. “Kami ingin semangat kebersamaan dan pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan,” ujar perwakilan panitia dalam keterangan resmi yang dikutip Antara, Senin (15/4).
Mengapa Bandung? Antusiasme Warga Jadi Alasan Utama
Pemilihan Kota Bandung bukan tanpa alasan. Tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola dan budaya nongkrong yang kuat membuat kota ini dinilai ideal untuk menyelenggarakan nobar skala besar.
Semarak Bola Gembira direncanakan berlangsung selama beberapa pekan ke depan, menyesuaikan jadwal pertandingan Piala Dunia 2026. Panitia berharap acara ini bisa menjadi wadah silaturahmi sekaligus hiburan murah bagi warga Bandung dan sekitarnya.