Bambang menjelaskan bahwa kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang melarang kendaraan pengangkut batu bara melintasi jalan umum turut memberi efek berantai bagi Lampung. Dengan adanya jalur khusus angkutan tambang atau hauling road di Palembang, beban jalan umum di Lampung juga diperkirakan berkurang secara signifikan.
"Kita patut bersyukur adanya program peningkatan jalur kereta api logistik. Kebijakan di Sumsel ini bisa berdampak positif bagi Lampung agar bisa menekan kerusakan infrastruktur jalan di daerah," ujar Bambang di Bandarlampung, Rabu.
Segmen Satu: Rute Lahat Sudah Beroperasi, Investasi Rp 4,1 Triliun
Dari sejumlah proyek yang direncanakan, satu segmen telah beroperasi penuh. Program segmen satu menargetkan rute dari Lahat menuju titik lain di dalam wilayah Sumatera Selatan. Meski belum menyentuh Lampung secara langsung, jalur ini dinilai akan mengurangi volume batu bara yang masuk ke Lampung melalui jalur darat.
"Program segmen satu yang sudah beroperasi ini nilai investasinya sekitar Rp 4,1 triliun ke KAI," kata Bambang.
Jalur Ganda dan Shortcut: Tegineneng hingga Pelabuhan Panjang
Proyek berikutnya yang tengah ditawarkan ke investor adalah pembangunan jalur kereta api double track. Rutenya direncanakan dimulai dari perbatasan Sumatera Selatan, melintasi Tegineneng di Kabupaten Pesawaran, dan berakhir di Pelabuhan Panjang.
Selain itu, ada pula program shortcut kereta api yang menghubungkan Tegineneng dengan lingkar luar di Tarahan, Kabupaten Lampung Selatan. Proyek ini tercatat memiliki nilai anggaran kurang lebih Rp 31 triliun dan masih dalam proses persiapan penawaran.
"Proyek-proyek ini masih ditawarkan ke investor, yang sudah berjalan hanya yang Rp 4,1 triliun di Sumatera Selatan," ujar dia.
Pengembangan Stasiun Rejosari dan Koneksi ke Bandara
Dishub Lampung juga menyiapkan pengembangan segmen dari Stasiun Rejosari menuju Bandara Radin Inten II dan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Namun, karena pendanaannya menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan bukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), proyek ini masih menunggu minat investor.
"Segmen Rejosari, double track, shortcut sudah dianggarkan dan sudah ditawarkan. Namun karena menggunakan konsep KPBU, investasi proyek sedang ditawarkan ke investor," pungkas Bambang.