Pencarian

Indomobil eMotor: Insentif Pemerintah Jadi Stimulus Kunci Adopsi Motor Listrik di Indonesia

Sabtu, 20 Juni 2026 • 22:08:31 WIB
Indomobil eMotor: Insentif Pemerintah Jadi Stimulus Kunci Adopsi Motor Listrik di Indonesia
CEO Indomobil eMotor, Pius Wirawan, menegaskan insentif pemerintah sebagai stimulus penting dalam adopsi motor listrik.

LAMPUNG — CEO PT Indomobil eMotor Internasional, Pius Wirawan, menegaskan bahwa insentif pemerintah bukan satu-satunya faktor penentu pertumbuhan pasar motor listrik. Namun, keberadaannya terbukti efektif sebagai stimulus agar masyarakat segera beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

"Transisi ke kendaraan listrik tetap akan terjadi. Namun, insentif dapat memberikan dorongan tambahan yang signifikan terhadap penjualan," ujar Pius saat acara peluncuran Tyranno X di Jakarta Fair 2026, JIExpo Kemayoran, Sabtu (20/6/2026).

Pius melihat perubahan pola pikir masyarakat mulai mempertimbangkan motor listrik karena biaya operasional yang lebih hemat dibanding kendaraan berbahan bakar fosil. Namun, ia menekankan bahwa kepastian kebijakan menjadi fondasi utama.

Kepastian Regulasi Jadi Syarat Utama

Menurut Pius, konsumen masih menanti kelanjutan program insentif pembelian motor listrik yang pernah berjalan pada 2023–2024. Skema tersebut memberikan Rp7 juta per unit bagi kendaraan dengan syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Masyarakat berharap skema insentif yang pernah berjalan dapat kembali dilanjutkan karena sudah dikenal dan dipahami mekanismenya," kata Pius.

Ia menambahkan, jika pemerintah kembali menerapkan skema serupa, proses adopsi akan lebih mudah karena konsumen telah paham prosedur dan manfaat program.

Target PMK Baru dan Bantuan Rp5 Juta per Unit

Pemerintah saat ini tengah memfinalisasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait insentif pajak kendaraan listrik. Regulasi itu sebelumnya dijadwalkan terbit Juni 2026, namun mundur ke Juli 2026 karena proses finalisasi skema masih berlangsung.

Dalam rancangan terbaru, pemerintah menyiapkan bantuan pembelian motor listrik sebesar Rp5 juta per unit dengan kuota awal 100.000 unit. Angka ini lebih rendah dari insentif sebelumnya yang mencapai Rp7 juta per unit.

Pertumbuhan Bertahap Lebih Sehat daripada Lonjakan Temporer

Pius menilai perkembangan industri motor listrik akan lebih sehat jika tumbuh secara bertahap dan berkelanjutan. Ia memperingatkan agar pertumbuhan tidak hanya bergantung pada lonjakan sementara akibat insentif jangka pendek.

"Dengan regulasi yang berkelanjutan, perencanaan produksi dan pembelian dapat dilakukan dengan lebih baik," ujarnya.

Pelaku industri berharap kebijakan insentif yang konsisten dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem otomotif nasional yang lebih ramah lingkungan. Indomobil eMotor sendiri telah meluncurkan Tyranno X sebagai bagian dari strategi memperkuat lini produk listrik di pasar Indonesia.

Bagikan
Sumber: kabarpublik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks