LAMPUNG — Pasar pemindai 3D konsumen kini mulai ramai dengan harga yang semakin mendekati printer 3D entry-level. Tom's Hardware baru saja merampungkan pengujian terhadap tiga model teratas yang masih relevan di tahun 2026 berkat pembaruan perangkat lunak berkelanjutan. Ketiganya menggunakan prinsip dasar yang sama: menangkap titik awan (point cloud) lalu menyatukannya menjadi model 3D, tetapi pendekatan dan target penggunanya berbeda.
Creality Sermoon P1: Pemindai All-in-One Tanpa PC
Model ini menjadi yang termahal dalam daftar dengan banderol USD 3.299. Keunggulan utamanya adalah layar sentuh 6 inci terintegrasi yang memungkinkan pengguna mengedit point cloud, memperbaiki model, dan mengekspor file langsung dari perangkat. Layar ini tetap terbaca dengan baik di dalam maupun luar ruangan.
Sermoon P1 menggunakan kombinasi structured light dan laser biru. Mode 22-line laser sangat cocok untuk memindai objek besar dengan cepat, sementara mode single-laser mampu menjangkau celah dalam—fitur krusial untuk reverse engineering. Sayangnya, tekstur warna yang dihasilkan kurang detail.
3DMakerPro Mole: Pilihan Tepat untuk Pemula
Dirilis sejak 2023, Mole tetap kompetitif berkat kemudahan penggunaan. Pemindai ini memakai NIR structured light yang bisa memindai objek gelap tanpa semprotan atau persiapan permukaan. Harga paket Standar USD 649, namun Tom's Hardware merekomendasikan paket Premium seharga USD 749 yang sudah termasuk meja putar otomatis.
Meja putar ini bisa memutar objek secara penuh, mendeteksi dan menghapus data meja dari hasil pindaian, serta menangkap 320 frame dalam satu operasi tanpa campur tangan manual. Mole membutuhkan koneksi kabel ke komputer, meski ada pegangan opsional untuk koneksi ke ponsel pintar. Catatannya: perangkat lunak kadang kesulitan melacak objek tipis, dan paket dasar tidak mendukung tekstur warna.
Creality Sermoon S1: Laser Profesional dengan Kamera Tekstur
Untuk pengguna yang butuh akurasi tinggi dan tekstur warna, Sermoon S1 hadir dengan tiga mode: NIR structured light untuk pemindaian tanpa penanda, laser biru untuk celah dalam, dan mode 34-line laser untuk objek besar. Model ini juga dilengkapi kamera khusus untuk menangkap tekstur warna.
Dalam pengujian, kualitas geometri mode NIR dinilai tinggi, namun hasil tekstur warnanya justru mengecewakan dan tidak sesuai ekspektasi. Sermoon S1 diposisikan sebagai opsi prosumer yang menjembatani kebutuhan akurasi tinggi dan kecepatan.
Ringkasan Perbandingan untuk Pembaca Indonesia
Ketiga pemindai masih membutuhkan pemahaman dasar tentang point cloud dan pengeditan mesh. Bagi pemula yang baru mengenal istilah 3D scanning, 3DMakerPro Mole dengan meja putar otomatisnya menawarkan kurva belajar paling landai. Sementara itu, Creality Sermoon P1 dan S1 lebih cocok untuk profesional yang membutuhkan fleksibilitas tinggi dalam reverse engineering atau pemindaian komponen otomotif.
Harga dalam dolar AS tersebut belum termasuk bea masuk dan pajak impor jika dibeli langsung dari luar negeri. Pembeli di Indonesia disarankan memeriksa distributor resmi Creality dan 3DMakerPro untuk ketersediaan garansi lokal.