Pencarian

27 Podcast Sepak Bola Terbaik 2026, dari Cerita Ruang Ganti sampai Transfer

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 15:07:31 WIB
27 Podcast Sepak Bola Terbaik 2026, dari Cerita Ruang Ganti sampai Transfer
FourFourTwo merangkum 27 podcast sepak bola terbaik 2026, mulai dari The Rest is Football hingga The Athletic FC Podcast.

LAMPUNG — Mendengarkan podcast sepak bola kini menghabiskan waktu lebih banyak ketimbang menonton pertandingan itu sendiri bagi sebagian penggemar. FourFourTwo merangkum 27 acara terbaik, mulai dari The Rest is Football hingga The Athletic FC Podcast, dengan rekomendasi langsung dari staf redaksi mereka.

Konsumsi media sepak bola bergeser ke format audio. Mantan pemain, jurnalis transfer, sampai komedian kini punya kanal sendiri untuk membedah pertandingan, membocorkan cerita ruang ganti, dan mengurai taktik dengan bahasa yang lebih santai.

FourFourTwo menyusun daftar 27 podcast yang layak masuk playlist penggemar. Beberapa di antaranya dipilih langsung oleh staf redaksi berdasarkan pengalaman mendengarkan harian mereka.

The Rest is Football: Gary Lineker, Alan Shearer, dan Micah Richards Bongkar Isu Terbesar

Trio ini membedah topik paling panas di sepak bola Inggris dengan sudut pandang mantan pemain kelas atas. Tamu yang hadir bukan kalangan sembarangan, mulai dari jurnalis transfer Fabrizio Romano hingga Wali Kota New York Zohran Mamdani.

Guyonan rutin yang mengarah ke Richards menjadi daya tarik tersendiri. Cerita karier dari legenda yang hadir membuat setiap episode terasa seperti obrolan panjang di ruang tamu.

Guardian Football Weekly dan Analisis Lintas Liga yang Tajam

Max Rushden dan Barry Glendenning memandu diskusi bersama jurnalis Guardian. Nicky Bandini membawa wawasan Serie A, sementara Andy Brassell menguasai Bundesliga.

Formatnya cocok untuk pendengar yang ingin memahami liga di luar Premier League. Analisis mendalam dipadukan dengan humor khas Rushden yang menjaga ritme acara tetap ringan.

Game's Gone: Mockumentary Sepak Bola yang Menghina VAR dan False Nine

Steve Bracknall, karakter komedi yang diperankan Chris McClure, memimpin semesta fiksi klub Sunday League Royal Oak. Dia mengklaim diri sebagai penyelamat sepak bola akar rumput dan menolak segala bentuk modernisasi taktik.

VAR, false nine, dan inverted wing-back jadi sasaran utama. Tamu sungguhan seperti Robbie Williams ikut bermain dengan wajah serius mengikuti alur cerita.

The Fozcast: Ben Foster Buka Tabir Negosiasi Kontrak dan Keributan Ruang Ganti

Mantan kiper Manchester United, West Brom, dan Watford ini berbagi pengalaman langsung dari dunia Premier League. Ian Wright, Jimmy Floyd Hasselbaink, dan Troy Deeney pernah menjadi tamu.

Kejujuran Foster soal detail di balik layar menjadi pembeda. Dia tidak segan menceritakan negosiasi kontrak menguntungkan dan kondisi fasilitas mewah yang pernah dinikmatinya.

Football Ramble: Dua Dekade Obrolan ala Teman di Pub

Acara yang dirintis 2007 dari dapur sewaan di Harlesden ini tetap bertahan tanpa mantan pemain sebagai pembawa acara. Marcus Speller, Luke Moore, Pete Donaldson, Jim Campbell, dan Vithushan Ehantharajah mengandalkan obrolan akrab.

Kuis mingguan dan lelucon yang melebar ke mana-mana menjaga acara ini tetap relevan. Pernah mencapai peringkat satu podcast olahraga di iTunes, mengalahkan media besar.

Not The Top 20: Suara untuk 72 Klub yang Terlupakan

George Elek dan Ali Maxwell menyadari ruang podcast sepak bola terlalu sesak oleh Premier League. Mereka memilih fokus ke EFL dan memberi panggung bagi klub yang jarang diliput.

Prediksi dan analisis mereka berbasis riset, bukan sekadar opini. Pratinjau musim jadi andalan, begitu pula liputan kasus Southampton Spygate musim lalu.

Football Daily: Standar Jurnalisme Broadcast BBC Radio 5 Live

Mark Chapman memandu acara ini dengan rotasi pundit seperti Alan Shearer, Chris Sutton, dan John Murray. Sejumlah program berada di bawah payung Football Daily, termasuk Monday Night Club dan The Football Interview.

Nama besar seperti Thomas Tuchel dan Cristiano Ronaldo pernah menjadi subjek wawancara. Nuansa lebih serius, sebanding dengan Match of the Day versi audio.

No Tippy Tappy Football: Sam Allardyce Buka Buku Kontak Pribadi

Mantan pelatih Bolton, Newcastle, dan Timnas Inggris ini berbagi cerita ruang ganti gaya lama bersama Natalie Pike. Tamu yang hadir mulai dari Charlie Adam hingga Simon Grayson.

Acara bermula sebagai program sekali jalan Piala Dunia 2022, lalu berlanjut seperti lemparan Rory Delap yang tak berhenti. Ketegasan Allardyce soal VAR dan taktik berbenturan dengan pertanyaan tajam Pike.

Big Kick Energy: Komedian Perempuan Bedah Sepak Bola Wanita

Maisie Adam dan Suzi Ruffell memandu diskusi dengan kehangatan khas dua sahabat. Adam berperan sebagai penggemar fanatik, Ruffell sebagai pendatang baru yang belajar sambil jalan.

Georgia Stanway, Keira Walsh, dan DJ Annie Mac pernah hadir. Acara ini terbuka menolak homofobia dan aktif mendukung perkembangan sepak bola wanita sejak diluncurkan 2023.

Rio Ferdinand Presents: Tiga Format dalam Satu Kanal

Rio Ferdinand membagi acaranya menjadi Rio Presents, Rio Meets, dan Rio Reacts. Wawancara besar bersama Ryan Giggs sampai Kingsley Coman masuk kategori kedua.

Pembawaannya sering mengarah ke Manchester United, hal yang wajar mengingat latar belakangnya. Ferdinand tidak pernah ragu menyuarakan pendapatnya secara terbuka.

The Athletic FC Podcast: Bocoran Transfer Ornstein Sampai Deadline Day

David Ornstein, Adam Crafton, Matt Slater, dan James Horncastle menyajikan laporan mendalam beberapa hari dalam sepekan. Bocoran transfer Ornstein kerap muncul di sini lebih dulu, kadang di tengah rekaman.

Episode deadline day jadi tontonan wajib bagi jurnalis yang memberitakan berita langsung. Minim gurauan, maksimal akses orang dalam dan bisik-bisik dari sumber klub tanpa nama.

The Totally Football Show: James Richardson dan Kedalaman Pundit Kelas Atas

James Richardson memandu dengan intro khas yang sering mengundang tawa. Deretan punditnya termasuk Tom Williams, Seb Stafford-Bloor, dan Julien Laurens.

Struktur dan tempo acara rapi, dengan lelucon internal yang mengikat pendengar. Saat Piala Dunia, tim ini sempat terobsesi menyebut nama kiper Australia Patrick Beach dengan logat Aussie kental.

Libero: Penulis Terbaik Sepak Bola Bahas Hal Paling Tidak Penting

Jonathan Wilson, Rory Smith, Jack Pitt-Brooke, Miguel Delaney, John Brewin, Tariq Panja, dan James Horncastle meluncurkan acara ini pada 2025. Mereka menyebut diri sebagai pembahas "hal paling tidak penting dari hal-hal paling penting".

Topiknya luas, dari warisan Pep Guardiola di Manchester City sampai alasan Prancis terus melahirkan juara sementara Jerman dan Belanda mandek. Tim ini juga tampil di depan penonton langsung pada Mei.

Open Goal: Sepak Bola Skotlandia dari Mulut Pelaku Langsung

Si Ferry dan Paul Slane memandu, ditemani Gordon Dalziel, Andy Halliday, dan Derek Ferguson. Cerita ruang ganti datang dari deretan pensiunan pemain yang pernah mengalami sendiri.

Daftar tamunya mencakup nama-nama Timnas Skotlandia seperti Ally McCoist dan James McFadden. Acara ini jadi rujukan utama penggemar di utara Inggris.

The Dressing Room: Joe Cole, Carlton Cole, dan Wayne Bridge Berbagi Kisah

Trio ini menceritakan pesta pra-Piala Dunia David Beckham dan kisah Bridge tertinggal di Jepang. Joe Cole juga mengaku pernah membuat pesulap David Blaine kesal.

Kuis mingguan Carlton Cole dengan hadiah patung Roger Milla menambah tensi kompetitif. Cerita soal Jose Mourinho tentu tidak pernah absen.

The Football Boardroom: Henry Winter dan Christian Purslow Bahas Bisnis Klub

Winter, tujuh kali Football Writer of the Year, berpasangan dengan Purslow yang pernah duduk di jajaran Liverpool, Chelsea, dan Aston Villa. Kombinasi akses ruang direksi dan kredibilitas jurnalistik.

Saat keduanya membahas rencana investasi swasta FIFA atau tawaran Amanda Staveley ke West Ham, isinya bukan spekulasi. Ini analisis dari dua orang yang paham cara kerja sepak bola di level manajemen.

Football Cliches: Bedah Forensik Jargon Komentator

Adam Hurrey, Charlie Eccleshare, dan David Walker membongkar frasa klise seperti "a game of two halves" atau "losing the dressing room". Acara ini berakar dari buku Hurrey terbitan 2014.

Acara ini beberapa kali masuk nominasi Podcast of the Year dari Football Supporters' Association. Tamunya pernah mencakup Jamie Carragher hingga Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Let's Be Having You!: Nostalgia Sepak Bola Era 2000-an

Chris Scull mengajak komedian Alex Brooker menelusuri dekade ikonik. Pertanyaan besarnya: apakah serial Dream Team benar-benar buruk, mengapa pidato setengah babak Delia Smith gagal, dan bagaimana Inggris membuang Euro 2004.

Acara ini menjadi sekuel Quickly Kevin yang berakhir 2024. Nuansa nostalgia dan humor menjadi daya tarik utamanya.

Jamie Vardy's Having A Party: Dari Pabrik Splint ke Juara Premier League

Penyerang Leicester yang kini di Burnley ini menuturkan perjalanan kariernya yang sulit dipercaya. Dari bekerja di pabrik splint dan memakai gelang polisi hingga mengantar Leicester juara dengan odds 5.000-1.

Vardy ditemani tamu dari dunia sepak bola, komedi, dan musik. Istrinya, Rebekah Vardy, juga pernah hadir.

Under The Cosh: Chris Brown, Chris Brown, dan Jon Parkin Ngobrol dengan Mantan Pemain

Dua Chris Brown berbeda profesi, satu mantan striker Sunderland dan satu penulis komedi, berpasangan dengan Jon Parkin. Tamunya mungkin bukan nama besar, tapi penggemar EFL dua dekade terakhir pasti mengenal mereka.

Episode bersama Graham Westley jadi salah satu yang paling dikenang. Mantan pelatih Stevenage itu mencoba menjelaskan asal-usul metode manajemennya yang dianggap aneh.

The Obi One Podcast: John Obi Mikel Blak-blakan Soal Chelsea dan Nigeria

Mikel menyebut mantan pelatih Nigeria Sunday Oliseh sebagai manajer terburuk yang pernah membimbingnya. Dia juga mengisahkan ketakutannya setelah menolak Manchester United demi Chelsea pada 2006.

Jay-Jay Okocha, Andre Villas-Boas, dan John Terry pernah menjadi tamu. Gayanya lugas dan kadang kontroversial.

The Good, The Bad and The Football: Scholes, Butt, dan McGuinness Bongkar Old Trafford

Dua pemenang treble Manchester United ini membahas kondisi terkini Old Trafford. Scholes tetap datar dan tajam, Butt siap mengkritik pemain yang tampil buruk setelah kekalahan besar.

Paddy McGuinness mengarahkan jalannya diskusi. Kenangan manis soal era Ferguson jadi bumbu yang tak pernah absen.

Tifo Football: Sejarah, Taktik, dan Geopolitik Sepak Bola

Joe Devine memandu dengan gaya tenang khas Tifo. Bahasan mencakup sejarah sepak bola Turki sampai struktur kepemilikan klub, semuanya dengan riset teliti dan penjelasan sederhana.

Ini versi audio dari kanal YouTube Tifo yang dikenal lewat animasi dan grafis kartun. Analisis pertandingan Premier League dan Eropa juga rutin hadir.

The Socially Distant Sports Bar: Obrolan yang Melebar ke Mana-mana

Steff Garrero menjaga acara tetap di jalur sementara Mike Bubbins dan Elis James melebar ke topik tak terduga. Diskusi soal Gareth Bale bisa berakhir dengan cerita anjing tetangga.

Formatnya berbasis klip pendek, buku, dan dokumenter. Lelucon bahwa acara ini kini lebih "sports adjacent" justru jadi identitasnya.

It Was What It Was: Sejarah Sepak Bola ala Seminar Universitas

Jonathan Wilson, penulis buku Inverting the Pyramid, berpasangan dengan jurnalis Rob Draper. Mereka membedah saga besar sepak bola, baik taktik maupun politik.

Kisah Bert Trautmann dari penerjun payung Nazi menjadi kiper Manchester City, penobatan Kevin Keegan di Hamburg, dan heroisme Sir Alex Ferguson di Aberdeen jadi contoh bahasan. Cocok untuk penggemar sejarah sepak bola.

The Sweeper: Surat Cinta untuk Liga-liga Terlupakan di Eropa

Paul Watson dan Lee Wingate menyoroti liga kecil seperti Latvia dan Lithuania. Fokusnya pada cerita aneh dan menarik yang jarang tersentuh media arus utama.

Pengetahuan Wingate soal sudut-sudut acak sepak bola Eropa diakui luas. Penggemar yang tidak bisa diam di tempat akan menyukai acara ini.

That Peter Crouch Podcast: Sepuluh Tahun dan Masih Bertahan

Mantan penyerang Timnas Inggris ini mengaku kaget acaranya langsung diterima pendengar. Sejak diluncurkan 2018, acara ini sudah menggelar dua pertunjukan sold out di Wembley Arena.

Crouch pernah merekam di Istana Kensington, rumah Rod Stewart, dan kediaman Elton John. Pangeran William, Gary Oldman, dan Elton John tercatat sebagai tamu.

"Aku dapat telepon dari Elton John langsung di mobil saat menuju pertandingan, dia bilang mau ikut acara," kata Crouch. "Sopirku melihat ke belakang lewat spion karena tidak banyak orang bernama Elton."

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fourfourtwo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks