LAMPUNG — Kontingen Indonesia mengumpulkan satu perak dan enam perunggu hingga Senin (19/10) pukul 17.00 WIB di Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya. Tujuh medali menempatkan Merah Putih di peringkat ke-15 klasemen sementara, dengan Ni Nengah Widiasih menjadi peraih medali pertama kontingen.
Cabang Para Powerlifting menyumbang dua perunggu melalui Widiasih dan Hilman, sementara Para Cycling melahirkan dua perunggu lewat Sufyan Saori dan Vanza Miftahul Jannah. Para Judo menambah satu perak dari Junaedi plus satu perunggu dari Dheny Marsyelina, dan Hamida melengkapi koleksi dari Para Table Tennis.
Perak Junaedi Jadi Hasil Terbaik Indonesia di Hari Keempat
Junaedi mempersembahkan medali perak dari nomor J1-70 kg putra cabang Para Judo, raihan tertinggi Indonesia pada hari keempat. Sejumlah wakil Merah Putih lain harus puas finis di posisi ketiga podium.
Angkatan 97 Kg Antarkan Widi ke Podium Ketiga
Ni Nengah Widiasih membuka rekening medali Indonesia di Asian Para Games 2026 lewat perunggu kelas 41 kg putri. Angkatan terbaik 97 kg menempatkannya di posisi ketiga, di bawah Zhe Chui dari China (120 kg) dan Tursynay Kabyl dari Kazakhstan (104 kg).
Hasil itu memperpanjang tradisi medali Widiasih di ajang Asian Para Games. Pada tiga edisi sebelumnya, 2014, 2018, dan 2022, atlet asal Bali tersebut selalu membawa pulang perak.
China Pindahkan Cui Zhe, Perebutan Perak Makin Berat
Upaya Widiasih kembali ke posisi runner-up menghadapi jalan terjal. China memindahkan Cui Zhe dari kelas 45 kg ke kelas 41 kg, mengikuti langkah Widiasih yang juga turun kelas.
Cui Zhe merupakan peraih emas kelas 45 kg di Asian Para Games 2022. Sementara Tursynay Kabyl adalah peraih perak 41 kg putri edisi 2022 lalu, sehingga persaingan di kelas baru Widiasih makin padat.
"Biasanya Saya Selalu Memperebutkan Emas dan Perak"
Widiasih mengakui perunggu ini menjadi pengalaman berbeda sepanjang sejarah keikutsertaannya di Asian Para Games.
"Ini medali perunggu pertama yang saya dapatkan sepanjang keikutsertaan saya di Asian Para Games. Biasanya saya selalu memperebutkan emas dan perak," ujar Widi selepas pertandingan.
Atlet 33 tahun itu mengaku kondisi fisiknya belum prima. Cedera bahu membatasi performa maksimalnya di atas panggung angkat beban.
"Kondisi saya belum pulih 100 persen karena cedera bahu. Namun, saya berusaha semaksimal mungkin menaikkan beban angkatan di setiap sesi karena ingin memperbaiki world ranking demi mengamankan tiket ke Paralimpiade Los Angeles," ujarnya.
Daftar Peraih Medali Indonesia per Senin 19 Oktober 2026
- Ni Nengah Widiasih (Para Powerlifting) - Perunggu
- Junaedi (Para Judo) - Perak
- Hilman (Para Powerlifting) - Perunggu
- Sufyan Saori (Para Cycling) - Perunggu
- Vanza Miftahul Jannah (Para Cycling) - Perunggu
- Dheny Marsyelina (Para Judo) - Perunggu
- Hamida (Para Table Tennis) - Perunggu
Dengan 7 medali, Indonesia masih tertahan di peringkat ke-15 klasemen sementara. Peluang menambah pundi medali terbuka pada hari-hari berikutnya seiring bergulirnya nomor-nomor lain di Aichi-Nagoya.