LAMPUNG — Bintik putih kecil di hidung, pipi, atau kelopak mata bayi baru lahir sering bikin ibu panik saat pertama kali melihatnya. Kondisi bernama milia ini dialami banyak bayi dan umumnya tidak berbahaya. Kenali tujuh fakta pentingnya, mulai dari penyebab hingga kapan harus ke dokter.
Memahami apa itu milia membantu ibu merawat kulit bayi dengan tenang tanpa panik berlebihan. Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Sebenarnya Milia Itu?
Milia adalah kista kecil berisi keratin, yaitu protein yang membentuk lapisan luar kulit. Ukurannya sekitar 1–2 milimeter dan tampak seperti bintik putih keras di permukaan kulit.
Kondisi ini paling sering muncul pada bayi baru lahir, tapi bisa juga dialami anak-anak dan orang dewasa. Pada bayi, milia umumnya muncul di wajah dan tidak menimbulkan rasa sakit.
Mengapa Bayi Baru Lahir Bisa Mengalaminya?
Milia terjadi karena kelenjar minyak dan saluran kulit bayi belum berkembang sempurna. Keratin yang seharusnya luruh justru terperangkap di bawah permukaan kulit dan membentuk bintik kecil.
Faktor genetik juga berperan. Bayi yang lahir dengan orang tua memiliki riwayat milia lebih berisiko mengalaminya. Kondisi ini tidak berkaitan dengan kebersihan atau cara ibu merawat bayi.
Apakah Milia Berbahaya dan Menular?
Milia tidak berbahaya dan tidak menular. Bintik ini bukan infeksi, bukan jerawat, dan tidak akan menyebar ke bagian tubuh lain atau ke orang di sekitar bayi.
Bayi dengan milia tetap bisa menyusu, tidur, dan beraktivitas normal. Tidak ada demam atau tanda sakit lain yang menyertainya, jadi ibu tidak perlu khawatir berlebihan.
Berapa Lama Milia Bertahan?
Sebagian besar milia hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan. Pada banyak bayi, bintik putih ini memudar tanpa meninggalkan bekas.
Ada juga kasus milia yang bertahan lebih lama, terutama pada bayi prematur. Selama bayi tumbuh sehat dan bintik tidak berubah warna atau membesar, ibu bisa bersabar menunggu proses alaminya.
Jangan Dipencet atau Digosok, Ini Alasannya
Memicu rasa ingin memencet bintik putih di wajah bayi sangat wajar, tapi sebaiknya ditahan. Memencet atau menggosok keras bisa merusak kulit tipis bayi dan memicu infeksi.
Cukup bersihkan wajah bayi dengan air hangat dan kain lembut saat mandi. Hindari produk perawatan wajah orang dewasa, karena kandungannya terlalu keras untuk kulit bayi.
Kapan Ibu Perlu ke Dokter?
Milia biasanya tidak butuh pengobatan. Namun, ada beberapa kondisi yang perlu diperiksa dokter, seperti bintik yang membesar, berubah warna menjadi merah atau bernanah, atau disertai demam.
Jika bintik muncul di area luas, disertai ruam, atau bayi tampak rewel dan tidak nyaman, segera konsultasikan ke dokter anak. Pemeriksaan membantu memastikan kondisi kulit bayi dan menyingkirkan kemungkinan masalah lain.
Beda Milia dengan Jerawat Bayi
Jerawat bayi atau neonatal acne muncul sebagai bintik merah dengan tonjolan kecil, biasanya di pipi dan dahi. Milia justru berwarna putih dan tidak disertai kemerahan.
Jerawat bayi sering muncul sekitar usia 2–4 minggu dan bisa hilang sendiri. Meski mirip, keduanya punya penyebab berbeda, jadi cara menanganinya pun tidak sama.
Milia adalah bagian dari proses alami kulit bayi yang belum sempurna. Dengan mengenali ciri dan perjalanannya, ibu bisa merawat si Kecil dengan tenang dan tahu kapan perlu mencari bantuan dokter.