LAMPUNG — Manchester United bertandang ke markas Leeds United pada laga lanjutan Liga Premier dengan tekanan besar mengiringi Michael Carrick. Kekalahan 0-2 dari Atlético Madrid membuat bek Lisandro Martínez terbuka menyerang manajemen klub soal kurangnya investasi skuad.
Laga di Elland Road menjadi ujian berat bagi United yang mencatat start terburuk dalam 40 tahun terakhir di liga. Dari enam pertandingan pembuka, Setan Merah hanya meraih satu kemenangan dan sudah tersingkir dari Piala Liga oleh Brighton.
Lisandro Martínez Buka Suara Soal Minimnya Investasi Skuad
Kritik pedas datang dari dalam ruang ganti. Lisandro Martínez menyoroti kebijakan klub yang dinilai tidak cukup mendukung kebutuhan tim, terutama setelah kekalahan di Liga Champions dari Atlético Madrid.
Ironi mencuat karena bek asal Argentina itu sendiri ikut disorot atas sejumlah gol yang bersarang ke gawang United, termasuk saat melawan Fulham dan Tottenham Hotspur beberapa pekan terakhir.
Rekor Buruk di Elland Road Jadi Modal Leeds
Leeds United punya catatan kurang menguntungkan melawan United di kandang sendiri. Kemenangan terakhir mereka atas rival abadi tersebut di Elland Road terjadi pada 2002 silam.
Namun Leeds pernah menorehkan luka di era Carrick. Pada April musim lalu, mereka menjadi satu-satunya tim yang mengalahkan United di Old Trafford selama periode interim sang pelatih.
Duel bertajuk War of the Roses ini tetap menyimpan tensi tinggi meski kedua tim datang dengan kondisi berbeda.
Messi Bawa Inter Miami Menang, Barcelona Pesta Gol
Di kompetisi lain, Lionel Messi menjadi bintang kemenangan 3-1 Inter Miami atas Atlanta United. Messi dan Luis Suárez bekerja sama membuka keunggulan lewat gol penyerang Meksiko, Germán Berterame.
Setelah jeda, Messi mengambil alih pertandingan dengan dua gol solo memukau menggunakan kaki kirinya. Sementara di La Liga, Barcelona melanjutkan start sempurna dengan menghancurkan Real Betis 5-2.
Bayern Munich, Paris Saint-Germain, dan Inter Milan juga meraih kemenangan pada rangkaian pertandingan tersebut.
Arsenal Tak Punya Ruang untuk Kehilangan Poin
Arsenal menang telak 3-0 atas Lille di Liga Champions, tetapi Mikel Arteta sadar timnya tidak bisa bersantai. The Gunners menempati posisi kedua dengan 15 poin dan akan menyambangi Nottingham Forest.
Forest berada di peringkat ke-15 dengan lima poin dan mencatat rekor kandang buruk. Kemenangan liga terakhir mereka di City Ground terjadi pada April, saat mengalahkan Burnley 4-1.
Segala kelengahan Arsenal berpotensi dimanfaatkan Manchester City untuk membuka jarak di puncak klasemen.
Arsenal Putri Ditahan Birmingham, Tekanan pada Renée Slegers Meningkat
Gol penyama kedudukan Olivia Smith menyelamatkan Arsenal dari kekalahan, tetapi hasil imbang melawan Birmingham di Emirates Stadium memicu sorakan tidak puas dari suporter.
Arsenal putri baru mengumpulkan enam poin dari enam laga dan tanpa kemenangan dalam lima pertandingan WSL berturut-turut, rekor terburuk sepanjang sejarah klub di kompetisi tersebut.
Mereka terpuruk di peringkat kedelapan, tertinggal sembilan poin dari pemuncak klasemen Manchester City yang masih punya satu laga tersisa.
Kegembiraan Fans Sunderland di Eropa Setelah 53 Tahun
Sekitar 5.000 pendukung Sunderland menempuh perjalanan ke Leiria, Portugal, untuk laga tandang Eropa pertama klub dalam 53 tahun. Suasana kota kecil itu berubah meriah dengan keramahan warga lokal.
Pompa bir dipasang di luar toko kue di Praça Francisco Rodrigues Lobo, dan pemiliknya mengaku senang melihat para fans membantu menata barel kosong agar aliran bir tetap lancar.
Pesta Sunderland lengkap dengan gol kemenangan di masa injury time dari Noah Sadiki. Pengalaman itu disebut sepadan dengan risiko yang harus ditanggung klub-klub seperti Bournemouth, Crystal Palace, dan Brighton yang juga merasakan atmosfer kompetisi Eropa.