BENGKULU — Universitas Bengkulu (Unib) memulai babak baru dalam pendidikan kedokteran di daerah dengan menerima mahasiswa perdana Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) bidang obstetri dan ginekologi. Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata mengungkapkan bahwa penerimaan ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan lanjutan bagi dokter di Bengkulu.
"Pada tahun ini kami menerima mahasiswa spesialis kandungan angkatan pertama di kedokteran. Kita akan merancang untuk membuka S2 Biomed," kata Indra usai pengukuhan enam guru besar di Bengkulu, Kamis.
Mengapa Program Spesialis Ini Penting bagi Bengkulu?
Kehadiran PPDS obstetri dan ginekologi di Unib diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga kesehatan spesialis di Provinsi Bengkulu. Selama ini, dokter yang ingin melanjutkan pendidikan spesialis harus merantau ke luar daerah, sebuah kendala yang kerap menghambat ketersediaan SDM kesehatan kompeten di tingkat lokal.
Indra menegaskan bahwa program ini tidak hanya untuk memperkuat kapasitas akademik universitas, tetapi juga untuk mendukung pembangunan kesehatan masyarakat Bengkulu. "Kami ingin memperluas akses pendidikan lanjutan bagi dokter, sekaligus mendukung ketersediaan SDM kesehatan yang memiliki kompetensi spesialis, khususnya di Provinsi Bengkulu," ujarnya.
Rencana Ekspansi: S2 Biomed Hingga Program Doktoral
Tidak berhenti pada PPDS, Unib juga tengah merancang pembukaan Program Magister Biomed sebagai bagian dari penguatan pendidikan dan pengembangan keilmuan di bidang kesehatan. Selain itu, universitas ini juga berencana membuka program pascasarjana baru di bidang teknik.
"Kami akan merancang untuk membuka S2 Biomed, kemudian kami akan merancang untuk membuka S2 Teknik Elektro dan beberapa program pascasarjana pada tingkat S3," jelas Indra.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Unib memperkuat kapasitas akademik dan memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan adanya jenjang pendidikan yang lebih lengkap, Unib berharap dapat menghasilkan SDM yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah, nasional, dan global.
Penerimaan mahasiswa perdana PPDS ini menjadi sinyal positif bagi dunia kesehatan di Bengkulu. Dengan hadirnya pendidikan spesialis di daerah, diharapkan angka rujukan pasien ke luar provinsi bisa ditekan, dan pelayanan kesehatan ibu serta anak semakin optimal.