BANDARLAMPUNG — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung memulai monitoring langsung pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah di Bandarlampung, Selasa. Langkah ini merupakan bentuk komitmen aparat penegak hukum dalam mengawal program prioritas nasional yang digulirkan pemerintah.
Pemantauan Dimulai dari Hari Pertama Sekolah
Kajati Lampung Danang Suryo Wibowo mengungkapkan bahwa pemantauan langsung ke sejumlah sekolah telah dilakukan sejak hari pertama anak-anak menjalani kegiatan belajar mengajar. Saat itu, pihaknya turut serta bersama Gubernur Lampung untuk memastikan program berjalan sesuai arahan Presiden.
"Kehadiran langsung di lapangan terkait Program MBG merupakan bentuk komitmen kami dalam mengawal implementasi program prioritas nasional sekaligus memastikan pelaksanaannya berlangsung dengan baik," kata Danang di Bandarlampung.
Monitoring Bertahap ke Seluruh Kabupaten/Kota
Setelah peninjauan perdana, Kejati bersama Pemerintah Kota Bandarlampung kembali melakukan pemantauan pada hari kedua. Sekolah yang dikunjungi antara lain SD Negeri 1 Way Lunik di Kecamatan Panjang dan SMP Negeri 37 Bandarlampung di Kelurahan Ketapang.
Danang menegaskan kegiatan ini akan dilanjutkan secara bertahap ke sekolah-sekolah di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. "Monitoring ini bertujuan memastikan pelaksanaan program sesuai dengan arahan Presiden dan Jaksa Agung agar dapat berjalan tepat sasaran, sukses, serta memberikan manfaat yang optimal bagi para peserta didik," ujarnya.
Wali Kota Cicipi Langsung Makanan Siswa
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana turut meninjau pelaksanaan program. Ia mengaku sempat mencicipi langsung makanan yang disajikan kepada para siswa. "Alhamdulillah tadi sempat kami cicip juga makanan yang disajikan itu banyak yang enak, sehingga ke depan program ini diharapkan akan lebih baik lagi," kata Eva.
Kejaksaan bersama pemerintah daerah menilai kehadiran mereka di lapangan tidak hanya untuk memastikan kualitas gizi makanan, tetapi juga menunjukkan kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pelajar.