LAMPUNG — Terminal Bandar Deli bukan sekadar tempat naik-turun penumpang. Di sana, ada pemeriksaan imigrasi, bea cukai, karantina kesehatan, hingga karantina hewan dan tumbuhan. Masing-masing punya aturan sendiri. Tanpa koordinasi, penumpang bisa terjebak antrean panjang atau prosedur yang tumpang tindih.
Executive General Manager Pelindo Regional 1 Cabang Belawan, Yusrizal, mengatakan sosialisasi ini krusial untuk memastikan semua pemangku kepentingan bergerak seirama. “Melalui sosialisasi ini, kami berharap seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap standar pelayanan penumpang sehingga pelayanan di Terminal Bandar Deli dapat berjalan secara optimal dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” ujarnya.
Siapa Saja yang Dilibatkan?
Kegiatan yang digelar di lingkungan terminal itu dihadiri oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Belawan, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), Balai Kekarantinaan Kesehatan, Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Belawan, serta Polres Pelabuhan Belawan.
Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas. Dalam sosialisasi, dibahas alur pelayanan penumpang, pemanfaatan fasilitas terminal, serta aspek keselamatan dan keamanan. Semua dirancang agar penumpang tak perlu bolak-balik meja atau kebingungan mencari loket.
Harapan ke Depan
Pelindo Regional 1 Cabang Belawan berharap implementasi standar ini bisa berjalan konsisten. Bukan hanya hari ini atau besok, tapi menjadi budaya kerja di Terminal Bandar Deli.
Jika semua instansi mematuhi alur yang sudah disepakati, dampaknya langsung terasa: penumpang lebih cepat check-in, barang bawaan lebih mudah diperiksa, dan risiko kecelakaan di area terminal bisa ditekan. Buat Pelindo, ini juga soal reputasi — pelabuhan yang nyaman akan menarik lebih banyak pengguna jasa.