Mirza Irawan Dwi Atmaja resmi mengemban amanah sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung usai dilepas Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Selasa (5/5/2026). Wakil Bupati Tubaba Nadirsyah menitipkan pesan khusus agar Mirza mengawal percepatan penyelesaian Dana Bagi Hasil (DBH) untuk kabupaten/kota. Promosi strategis ini menandai berakhirnya 14 tahun masa pengabdian Mirza di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai.
PANARAGAN — Estafet kepemimpinan di sektor keuangan Pemerintah Provinsi Lampung memasuki babak baru. Mirza Irawan Dwi Atmaja, yang sebelumnya menjabat Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdakab Tulang Bawang Barat (Tubaba), kini resmi menduduki kursi Kepala BPKAD Provinsi Lampung.
Pelepasan Mirza dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah, dalam suasana khidmat di Ruang Rapat Sekretariat Daerah setempat. Meski dipenuhi rasa haru, momentum ini menjadi langkah krusial bagi koordinasi fiskal antara pemerintah daerah dan provinsi ke depan.
Fokus pada Penyelesaian Dana Bagi Hasil (DBH)
Salah satu poin krusial dalam perpindahan tugas ini adalah harapan besar Pemkab Tubaba terhadap kelancaran arus keuangan daerah. Nadirsyah secara spesifik menekankan peran Mirza untuk menjadi jembatan komunikasi yang lebih efektif, terutama terkait hak-hak keuangan kabupaten.
“Semangatnya harus tetap semangat Tubaba. Kami berharap poin-poin yang belum tuntas terkait keuangan daerah, terutama Dana Bagi Hasil (DBH), bisa menjadi atensi khusus bagi Pak Mirza di Provinsi nanti,” ujar Nadirsyah di hadapan jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama.
Nadirsyah mengakui bahwa kehilangan Mirza merupakan tantangan bagi internal Pemkab Tubaba. Namun, ia menilai promosi ini sebagai bentuk pengakuan atas kapasitas SDM Tubaba di level yang lebih luas.
Jejak Pengabdian 14 Tahun di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai
Mirza Irawan bukanlah orang baru di birokrasi Tubaba. Ia telah membersamai kabupaten ini selama 14 tahun, sejak masa-masa awal pertumbuhan daerah tersebut. Dedikasinya diakui telah memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan tata kelola administrasi di Tubaba.
“Empat belas tahun adalah waktu yang panjang. Banyak tenaga, pikiran, dan waktu yang telah dikorbankan untuk kemajuan daerah ini. Atas nama pemerintah daerah, kami merasa kehilangan salah satu SDM terbaik,” tambah Nadirsyah.
Selama bertugas di Tubaba, Mirza dikenal sebagai birokrat yang teliti dalam urusan administrasi umum sebelum akhirnya terpilih mengisi posisi strategis di tingkat provinsi melalui proses seleksi yang ketat.
Komitmen Menjaga Profesionalitas di Pemprov Lampung
Menanggapi amanah baru tersebut, Mirza Irawan menyatakan bahwa perjalanan kariernya di Tubaba telah membentuk karakter dan pola pikirnya sebagai seorang abdi negara. Ia menganggap Tubaba sebagai sekolah besar bagi pengembangan kompetensinya.
“Dalam 14 tahun ini, Tubaba telah membentuk siapa saya hari ini. Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada komunikasi yang tersumbat atau tindakan yang kurang berkenan selama saya bertugas,” ungkap Mirza yang saat itu didampingi sang istri.
Terkait persoalan DBH yang dititipkan kepadanya, Mirza berkomitmen untuk tetap menjaga profesionalitas dalam mengawal urusan keuangan kabupaten/kota di seluruh Lampung agar berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Acara pelepasan tersebut turut dihadiri oleh Sekdakab Tubaba, jajaran Asisten, Staf Ahli Bupati, serta seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator di lingkungan Pemkab Tubaba.