BANDARLAMPUNG — Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Lampung, Maulidi Hilal, memastikan jajarannya tidak akan terpaku pada sisi negatif yang membayangi institusi. Sebaliknya, setiap tantangan yang muncul dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat struktur organisasi.
"Kita jadikan semua yang terjadi sebagai evaluasi. Benahi, hadapi, lalu tetap optimis untuk bergerak maju dan lebih berdaya," kata Maulidi di Bandarlampung, Rabu.
Prestasi Eksternal Jadi Bukti Potensi SDM
Maulidi menekankan pentingnya membangun perspektif yang seimbang terhadap institusi pemasyarakatan. Ia mendorong internal maupun masyarakat tidak hanya menyoroti masalah, tetapi juga melihat capaian yang diraih.
Sejumlah prestasi itu, menurut Maulidi, murni berdasarkan penilaian pihak eksternal. Mulai dari Indikator Pelaksanaan Anggaran (IPA), predikat penyerapan keuangan terbaik, hingga penghargaan nasional yang diraih Klinik Rajabasa.
"Semua apresiasi yang kami berikan itu bukan rekaan. Penilaiannya berasal dari eksternal. Prestasi ini menjadi bukti bahwa SDM di lingkungan pemasyarakatan memiliki potensi besar yang harus terus dikembangkan," ujarnya.
Kekurangan Personel Tak Jadi Alasan
Mengenai kendala klasik berupa minimnya personel pengamanan di lembaga pemasyarakatan (lapas), Maulidi memilih pendekatan berbeda. Daripada terus mengeluhkan keterbatasan jumlah pegawai, ia mendorong peningkatan kualitas SDM yang sudah ada.
"Kalau ada kekurangan, kita harus berpikir bagaimana membangun kelebihan. Bangun kekuatan itu dengan kesungguhan," tegasnya.
Dinamika Organisasi Disikapi Positif
Maulidi menilai dinamika merupakan hal yang tak terhindarkan di setiap institusi maupun profesi. Oleh karena itu, pihaknya memilih menyikapi berbagai tantangan dengan pikiran positif guna memperkuat struktur organisasi.
"Setiap kondisi pasti ada dinamika. Di mana pun dan profesi apa pun pasti akan ada. Kami menyikapi semua yang ada di depan mata dengan pikiran positif dan tetap optimis," katanya.
Terkait berbagai persoalan yang tengah bergulir, Maulidi memastikan penanganan dilakukan secara serius dan transparan. Langkah internal akan ditempuh, termasuk koordinasi dengan aparat penegak hukum jika ditemukan indikasi pidana.
"Ini merupakan bentuk kesungguhan kami untuk melakukan sesuatu yang terbaik bagi masyarakat," pungkasnya.