Pencarian

Gubernur Lampung Mirza Dorong Hilirisasi Peternakan untuk Pangan

Sabtu, 09 Mei 2026 • 17:12:01 WIB
Gubernur Lampung Mirza Dorong Hilirisasi Peternakan untuk Pangan
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong hilirisasi peternakan untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal.

LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya hilirisasi sektor peternakan guna mendongkrak kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Kebijakan ini diarahkan agar komoditas unggulan daerah tidak lagi keluar dalam bentuk bahan mentah, melainkan produk olahan bernilai tinggi.

Pemerintah Provinsi Lampung mencatat pertumbuhan ekonomi daerah pada triwulan pertama 2026 berada di atas rata-rata sebelumnya. Capaian ini diikuti dengan penurunan angka kemiskinan yang signifikan, dari 10,56 persen menjadi 9,6 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Mengapa Hilirisasi Menjadi Kunci Ekonomi Lampung?

Rahmat Mirzani Djausal menyatakan bahwa selama ini petani dan peternak belum menikmati nilai tambah ekonomi yang optimal karena ketergantungan pada penjualan bahan mentah. Ia menginginkan adanya industri pengolahan di daerah agar perputaran uang tetap berada di Lampung.

“Ke depan, kita ingin komoditas tidak lagi keluar dalam bentuk bahan mentah. Harus ada pengolahan di daerah agar nilai tambahnya dinikmati masyarakat Lampung,” ujar Mirza saat menghadiri diskusi di Hostel Aston, Sabtu (9/5/2026).

Ia menambahkan bahwa perbaikan harga komoditas seperti padi dan jagung melalui pendekatan pembangunan dari bawah mulai meningkatkan daya beli warga. Fenomena ini terlihat dari tren kenaikan penjualan kendaraan di wilayah-wilayah berbasis pertanian.

Potensi Lahan 3,3 Juta Hektare dan Surplus Pangan

Lampung memiliki modal besar dengan luas lahan produktif mencapai sekitar 3,3 juta hektare. Sektor pertanian dan peternakan saat ini menjadi tumpuan hidup bagi sekitar 75 persen dari total 9 juta penduduk provinsi tersebut.

Produksi padi di Lampung telah menembus angka lebih dari 3 juta ton per tahun, yang berarti terjadi surplus besar dibandingkan tingkat konsumsi lokal. Selain padi, komoditas jagung juga melimpah, namun serapannya untuk pakan ternak dinilai masih perlu dioptimalkan melalui sistem distribusi yang lebih baik.

Kolaborasi Bersama Insinyur dan Sarjana Peternakan

Dorongan hilirisasi ini disampaikan Mirza dalam acara pelantikan Pengurus Wilayah Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Provinsi Lampung periode 2026–2031. Organisasi profesi ini diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan inovasi teknologi.

Meski memiliki potensi besar, tantangan di sektor infrastruktur, distribusi, dan investasi industri pengolahan masih membayangi. Mirza mengajak akademisi serta praktisi untuk berani mengubah cara kerja konvensional demi mewujudkan Lampung sebagai lumbung pangan yang kompetitif.

“Kita tidak kekurangan potensi. Yang kita butuhkan adalah kolaborasi dan keberanian untuk mengubah cara kerja, agar Lampung benar-benar menjadi lumbung pangan yang berdaya saing,” tutupnya.

Bagikan
Sumber: hariankandidat.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks