LAMPUNG — Ekonom memperkirakan harga Pertamax naik ke kisaran Rp16.700-Rp17.200 per liter pada November 2026, atau sekitar 5-8 persen dari posisi Oktober di Rp15.950 per liter. Kenaikan dipicu harga minyak mentah Brent yang sempat menyentuh US$116,72 per barel dan pelemahan rupiah ke sekitar Rp18.089 per dolar AS. Pertamax Turbo juga diproyeksi ikut naik ke Rp20.300-Rp21.000 per liter dari sebelumnya Rp19.600 per liter.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada November 2026 nyaris tak terhindarkan. Dua faktor utama yang menekan: lonjakan harga minyak mentah dan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Brent Sempat Sentuh US$116,72 per Barel
Harga minyak mentah Brent tercatat mencapai US$116,72 per barel pada Oktober 2026. Angka itu menjadi acuan biaya impor bahan bakar di dalam negeri, sehingga struktur harga keekonomian Pertamax ikut bergeser.
Tekanan bertambah dari sisi kurs. Rupiah melemah ke sekitar Rp18.089 per dolar AS, membuat biaya pembelian minyak dalam mata uang lokal makin mahal. Kombinasi dua faktor ini yang mendorong estimasi kenaikan 5-8 persen.
Rentang Harga Pertamax dan Pertamax Turbo
Berdasarkan hitungan Yusuf, harga Pertamax RON 92 berpotensi bergerak ke Rp16.700-Rp17.200 per liter. Posisi Oktober 2026 sendiri berada di Rp15.950 per liter.
- Pertamax (RON 92): Rp16.700-Rp17.200 per liter, dari Rp15.950 per liter
- Pertamax Turbo: Rp20.300-Rp21.000 per liter, dari Rp19.600 per liter
Untuk Pertamax Turbo, ruang penyesuaian dinilai lebih besar. Konsumen varian ini dianggap tidak terlalu sensitif terhadap harga, dan harga jualnya sudah mendekati harga keekonomian.
Jarak Harga dengan Pertalite Harus Dijaga
Yusuf mengingatkan pemerintah soal risiko perpindahan konsumsi ke BBM bersubsidi. Jika selisih harga Pertamax dan Pertalite terlalu tipis, pengguna bisa beralih ke Pertalite dan membebani anggaran subsidi.
"Pemerintah tetap perlu menjaga jarak harga dengan Pertalite agar tidak mendorong perpindahan konsumsi yang lebih besar ke BBM bersubsidi. Jadi, skenario yang paling realistis adalah Pertamax naik ke kisaran Rp16.700 sampai Rp17.200 per liter, atau sekitar 5 sampai 8%," kata Yusuf kepada Bloomberg Technoz, Jumat (30/10/2026).
Angka final penyesuaian harga biasanya diumumkan menjelang awal bulan. Pemilik kendaraan dengan rasio kompresi tinggi yang bergantung pada RON 92 perlu menyiapkan anggaran belanja bahan bakar lebih besar jika proyeksi ini terwujud.