BANDARLAMPUNG — Pesta Rakyat Petani di Kawasan Gruput Pringsewu menjadi panggung Gubernur Rahmat Mirzani Djausal memaparkan capaian sektor pertanian Lampung. Tiga komoditas pokok disebut menopang hidup mayoritas warga: padi, jagung, dan singkong.
Angka yang disebut Gubernur bukan main-main. Hampir 60% masyarakat Lampung menggantungkan hidup pada tiga komoditas itu.
Harga Pupuk Murah dan Kenaikan Harga Komoditas
Menurut Gubernur Mirza, keberpihakan pemerintah pusat dalam menjaga harga pupuk dan harga jual hasil panen berdampak langsung ke petani di lapangan. Ia merujuk pada kebijakan sejak Prabowo Subianto menjabat presiden.
"Semenjak Pak Prabowo menjadi presiden, harga pupuk murah dan harga komoditas itu naik semua; padi naik, jagung naik, singkong naik. Petani-petani di sini alhamdulillah pendapatannya jadi sangat luar biasa," ujar Gubernur.
Kenaikan pendapatan itu, kata dia, terlihat dari indikator konsumsi di kabupaten-kabupaten berbasis pertanian. Pembelian kendaraan niaga melonjak, begitu pula penjualan material bangunan.
"Pembelian mobil di kabupaten-kabupaten pertanian ini meningkat hampir 40% lebih, terutama di mobil pertanian, mobil light truck, truck dan van," ungkapnya.
Gubernur menambahkan, Semen Indonesia melaporkan penjualan semen retail di kabupaten-kabupaten tersebut naik hampir 20% pada tahun ini.
Lampung Peringkat Kedua Pertumbuhan Ekonomi se-Sumatera
Rangkaian indikator konsumsi itu berujung pada performa makroekonomi daerah. Lampung kini menempati posisi kedua pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Sumatera.
"Terima kasih kepada Pak Prabowo, terima kasih kepada Mentan atas perhatiannya kepada petani dan karena kebijakan-kebijakan itu ya hari ini Lampung menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi nomor dua tertinggi se-Sumatera," tuturnya.
Pemprov Lampung tidak berhenti pada produksi bahan mentah. Gubernur menyatakan hilirisasi di tingkat desa menjadi agenda berikutnya agar komoditas lokal memiliki daya saing global.
Tepung Mocaf Pringsewu Siap Diekspor ke Amerika Serikat
Bukti konkret hilirisasi datang dari Kabupaten Pringsewu. Bulan depan, tepung mocaf olahan petani lokal dijadwalkan mencatatkan ekspor perdana ke pasar Amerika Serikat.
"Kalau tahun kemarin kita baru buat jualan singkong mentah, tapi sekarang dari desa-desa sudah mengolah menjadi mocaf. Jadi turunan singkong dijadikan tepung oleh petani, oleh masyarakat-masyarakat di desa, dan ini diekspor," ungkap Gubernur Mirza.
"Bulan depan Bupati Pringsewu sudah mengawali pengeksporannya ke Amerika," pungkasnya.
Impor Singkong dan Etanol Dihentikan, Harga Tembus Rp3.000 per Kilogram
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyoroti keberhasilan penanganan anjloknya harga singkong di Lampung. Koordinasi intensif dengan Pemprov Lampung dan Menko Pangan berujung pada instruksi Presiden Prabowo untuk menyetop total impor singkong dan etanol.
Kebijakan itu disebut efektif mengerek harga beli singkong di tingkat petani hingga menyentuh Rp3.000 per kilogram.
"Bayangkan, itulah bentuk kepedulian Bapak Presiden Prabowo pada petani Indonesia, pada rakyat Indonesia. Belum ada SK, belum ada Kepmen, belum ada Perpres, Inpres, kami minta stop! Distop impor dari negara lain," tegas Amran.
Mentan juga memberi apresiasi khusus atas kegigihan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal yang terus berkomunikasi intensif memperjuangkan stabilitas harga komoditas dan ketersediaan sarana produksi bagi petani Lampung.