BANDAR LAMPUNG — Anggaran Rp18 miliar disiapkan untuk seluruh jenjang SD dan SMP di Kota Bandar Lampung. Asroni Paslah menekankan pembagian seragam sebaiknya dilakukan Juli atau Agustus 2027, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru, sehingga siswa bisa langsung memakainya tanpa menunggu akhir tahun.
Politikus Partai Gerindra itu menyoroti risiko penyaluran yang molor hingga Desember. Jika bantuan baru diterima pada penghujung tahun, orang tua siswa kemungkinan sudah lebih dulu membeli seragam untuk kebutuhan sekolah anak-anak mereka.
Mengapa Penyaluran Desember Dianggap Sia-Sia
Asroni menilai keterlambatan hingga Desember membuat tujuan program kehilangan maknanya. Orang tua yang sudah mengeluarkan uang sendiri untuk seragam tidak lagi merasakan manfaat bantuan tersebut.
"Kalau pembagian seragamnya terlambat sampai Desember, kasihan orang tua yang sudah membeli seragam sekolah. Jadi, sama saja bohong kalau tujuannya membantu masyarakat," tegasnya, Rabu (28/10/2026).
Karena itu, ia mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan program. Pengawasan publik dinilai penting agar anggaran yang telah disiapkan benar-benar sampai ke siswa dan keluarga yang membutuhkan.
Rp18 Miliar untuk Seluruh Jenjang SD dan SMP
Alokasi Rp18 miliar disebut mencakup kebutuhan seragam di seluruh jenjang pendidikan dasar. Asroni berharap pembagiannya tidak terlambat agar anak-anak langsung mendapatkan seragam pada awal tahun ajaran.
"Kita sudah anggarkan Rp18 miliar untuk seluruh jenjang SD dan SMP. Pembagiannya kita harapkan Juli atau Agustus, sehingga anak-anak sudah mendapatkan seragamnya," ujar Asroni Paslah.
Sorotan Infrastruktur di Wilayah Pinggiran Kota
Selain pengadaan seragam, Asroni meminta Pemkot Bandar Lampung memberi perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur pendidikan, kesehatan, dan jalan, terutama di wilayah pinggiran kota. Pemerataan pembangunan dinilai perlu agar warga di kawasan pinggiran tidak tertinggal dalam memperoleh fasilitas dan pelayanan dasar.
"Masih banyak wilayah di Kota Bandar Lampung yang membutuhkan perhatian terkait infrastruktur, seperti jalan, sekolah, dan layanan kesehatan. Kebutuhan dasar itu seharusnya didahulukan," kata Asroni.
Ia berharap pemerintah daerah tidak hanya memastikan program seragam sekolah berjalan sesuai rencana, tetapi juga memperkuat pembangunan fasilitas publik di seluruh wilayah kota. Dengan begitu, manfaat kebijakan pemerintah dapat dirasakan merata oleh masyarakat, baik di pusat kota maupun kawasan pinggiran.