Pencarian

Wisma Haji Islamic Center Sukadana Terbengkalai, Kaca Pecah hingga Plafon Ambruk Dibiarkan Setahun

Selasa, 27 Oktober 2026 • 15:01:01 WIB
Wisma Haji Islamic Center Sukadana Terbengkalai, Kaca Pecah hingga Plafon Ambruk Dibiarkan Setahun
Wisma Haji Islamic Center Sukadana tampak terbengkalai dengan kaca pecah dan plafon ambruk saat pantauan di lokasi, Senin (26/10/2026).

SUKADANA — Pantauan langsung di lokasi pada Senin (26/10/2026) menunjukkan sampah berserakan di sudut ruangan dan material bangunan teronggok di dalam gedung. Kamar-kamar hanya menyisakan tempat tidur usang dan lemari rusak, sementara lantai dua gelap gulita karena instalasi listrik dilaporkan tak berfungsi.

Wisma Haji dulu menjadi ikon kebanggaan Lampung Timur. Selain menampung jamaah haji, gedung bernilai miliaran rupiah itu kerap dipakai menginap kontingen, tamu daerah, dan kegiatan instansi pemerintahan.

Pekerja Sebut Perubahan Terjadi Setelah 14 Orang Keluar dari P3K

Seorang pekerja bernama Aan menyebut kondisi gedung memburuk dalam kurun satu tahun terakhir. Ia mengaitkannya dengan nasib 14 pekerja yang tidak lagi masuk dalam skema P3K paruh waktu.

"Setahun lalu masih terawat dengan baik, tetapi semenjak 14 pekerja tidak dimasukkan ke P3K paruh waktu, kondisinya sekarang seperti ini," ujar Aan.

Keterangan itu belum dikonfirmasi pihak Pemkab Lampung Timur. Tidak ada pejabat yang menyebut jumlah pekerja maupun status kepegawaian mereka saat dikonfirmasi media.

Relawan Minta Anggaran Perawatan Ditelusuri

Ketua Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Lampung Timur, Robenson, ikut meninjau lokasi dan menilai bangunan jauh dari layak pakai. Ia menyoroti nilai proyek yang tidak sebanding dengan kondisi sekarang.

"Kondisinya seperti rumah hantu. Tidak terawat, berantakan dan sangat memprihatinkan. Bangunan miliaran kondisinya seperti ini," tegas Robenson.

BARA JP berencana menelusuri anggaran pemeliharaan Wisma Haji. Robenson mempertanyakan apakah pemerintah daerah sudah mengalokasikan dana perawatan dan ke mana dana itu dipakai.

"Kita akan telusuri adakah anggaran dari pemerintah untuk perawatan dan pemeliharaannya, ke mana dan digunakan untuk apa?" tambahnya.

Kabag Kesra Lempar Wewenang Perawatan ke Dinas PU

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Lampung Timur menyatakan pemeliharaan bangunan bukan kewenangan bagiannya. Menurut dia, urusan rehab dan perawatan Islamic Center berada di dinas pekerjaan umum.

"Izin bang, perawatan Islamic Center bukan di Kesra, Bang. Kalau ada perawatan/rehab dan lain-lain, itu di PU," ujarnya melalui pesan singkat.

Saat ditanya soal sarana pendukung di dalam gedung seperti kulkas, lemari, dipan, dan kursi, ia memberi jawaban berbeda. Menurutnya barang-barang itu masuk kategori sarana prasarana, bukan bangunan, sehingga tidak ada alokasi perawatannya.

"Kalau lemari, dipan, kulkas itu bukan bangunan, Bang. Itu cuma sarana prasarana pendukung aja, Bang, enggak ada perawatannya," jawabnya.

Aset Daerah Tanpa Titik Terang Anggaran

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum Lampung Timur soal rencana perbaikan. Belum diketahui pula apakah Wisma Haji masuk daftar aset yang akan direhabilitasi pada anggaran mendatang.

Kompleks Islamic Center Sukadana dibangun dengan dana miliaran rupiah. Kerusakan yang dibiarkan berlarut berpotensi menambah biaya perbaikan dan menghilangkan fungsi gedung sebagai penunjang layanan jamaah haji di Lampung Timur.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lampungnewspaper.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks