LAMPUNG — Anak usaha PT Medela Potentia Tbk (MDLA) di bidang distribusi farmasi itu menggelar seremoni penyerahan simbolis armada pada akhir pekan lalu. HR & Sustainability Director MDLA, Nancy Kartika, menyerahkan unit tersebut kepada Kepala Cabang AAM Jakarta 2, Ohio Friendzie, disaksikan Direktur PT AAM, Budi Lim, dan jajaran manajemen.
Dekarbonisasi Bertahap dari Roda Dua ke Roda Empat
Transformasi kendaraan listrik di AAM sudah dimulai sejak sebelum peluncuran armada roda empat ini. Hingga 2025, perusahaan telah mengoperasikan 106 unit motor listrik yang tersebar di 15 cabang di 13 kota.
Penggunaan mobil listrik menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat sistem distribusi yang lebih hemat energi dan rendah emisi. Perusahaan juga mengoptimalkan rute distribusi serta memperkuat infrastruktur pendukung dan kapabilitas sumber daya manusia.
Eco-Driving dan Target Penurunan Emisi 20 Persen
Sebagai bagian dari pengoperasian armada baru, AAM menerapkan pelatihan Eco-Driving bagi pengemudi dan tim operasional. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keselamatan, efisiensi energi, dan konsistensi dalam praktik distribusi yang bertanggung jawab.
Pada 2025, MDLA dan entitas anak tercatat berhasil menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca sebesar 20 persen dari baseline. Capaian ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan bisnis berkelanjutan.
Alasan Pengusaha Mulai Beralih ke Kendaraan Listrik
Direktur Utama MDLA, Juliwaty, menyatakan penggunaan kendaraan listrik tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga memperkuat kesiapan perusahaan dalam menghadapi dinamika kebutuhan pasar. "Ini merupakan bagian dari upaya kami mengintegrasikan inovasi secara menyeluruh dalam operasional," ujarnya dalam siaran pers.
Direktur PT AAM, Budi Lim, menambahkan perusahaan akan terus mengembangkan inovasi operasional yang mendorong kinerja bisnis sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan. Langkah ini menjadi respons strategis terhadap perubahan lanskap industri distribusi yang menuntut efisiensi di tengah tekanan biaya energi.