RIYADH — Senator Amerika Serikat dari Partai Demokrat Chris Murphy mengungkapkan bahwa Pentagon menolak memberinya izin mengunjungi Pangkalan Udara Al Udeid selama kunjungan delegasi Kongres ke Timur Tengah. Penolakan itu disampaikan Murphy kepada awak media di Riyadh, persinggahan kedua dalam lawatan ke Qatar dan Arab Saudi. Al Udeid merupakan pangkalan terbesar AS di kawasan tersebut.
Murphy Sebut Ada Upaya Aktif Sembunyikan Biaya Perang
Murphy menilai penolakan akses ke pangkalan tersebut sebagai bagian dari pola yang lebih besar. Menurut dia, Gedung Putih berupaya menutupi biaya dan dampak perang yang dilancarkan terhadap Iran.
"Lawatan ini menegaskan kepada saya bahwa ada upaya aktif, belum pernah terjadi sebelumnya, dan inkonstitusional yang sedang berlangsung untuk menyembunyikan biaya perang ini dan dampak perang ini dari Kongres dan rakyat Amerika," kata Murphy.
Pernyataan itu disampaikan Murphy di hadapan awak media, tanpa merinci lebih lanjut bentuk upaya yang dimaksud.
Pangkalan Al Udeid Berulang Kali Diserang Iran
Pangkalan Udara Al Udeid telah berulang kali menjadi sasaran serangan Iran sejak perang dimulai pada akhir Februari. Pangkalan itu menjadi simpul utama operasi militer AS di Timur Tengah.
Perang yang berlangsung lebih dari tujuh bulan itu juga menuai kritik dari sejumlah anggota Kongres lainnya. Mereka menyoroti kurangnya transparansi Pentagon soal biaya, strategi, dan korban jiwa.
Pentagon Bantah Halangi Akses
Seorang pejabat senior Pentagon membantah tudingan Murphy. Menurut pejabat itu, kantor Murphy telah diberi tahu sebelum lawatan bahwa dia tidak akan mendapatkan dukungan departemen untuk mengakses pangkalan.
Pejabat tersebut menyatakan penolakan itu sesuai dengan arahan Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada Maret yang membatasi perjalanan ke kawasan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari Gedung Putih terkait tudingan Murphy.