Pencarian

Bupati Lampung Selatan Egi Pratama Gandeng Itera Susun Dokumen Aksi Penanggulangan Banjir Berbasis Riset Ilmiah

Kamis, 14 Mei 2026 • 20:40:00 WIB
Bupati Lampung Selatan Egi Pratama Gandeng Itera Susun Dokumen Aksi Penanggulangan Banjir Berbasis Riset Ilmiah
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama memimpin Focus Group Discussion penyusunan dokumen aksi penanggulangan banjir berbasis riset ilmiah.

LAMPUNG SELATAN — Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama membuka babak baru mitigasi bencana. Ia menggandeng akademisi Itera untuk merancang strategi penanggulangan banjir yang terukur dan berbasis kajian ilmiah.

Langkah ini diwujudkan lewat Focus Group Discussion (FGD) dan paparan pendahuluan penyusunan dokumen rencana aksi, Kamis (9/4/2026). Acara digelar secara hybrid dari Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan.

Sekretaris Daerah Supriyanto, jajaran kepala perangkat daerah, para camat, dan tim akademisi Itera yang mengikuti secara daring turut hadir dalam forum tersebut.

Banjir Berulang, Ancaman bagi Pembangunan Daerah

Tim Leader Itera, Arif Rohman, memaparkan bahwa banjir di Lampung Selatan menunjukkan tren peningkatan. Kondisi ini kini menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan pembangunan daerah. Ia mengidentifikasi tiga faktor utama penyebab banjir berulang.

Pertama, kondisi geografis wilayah yang relatif datar. Kedua, keterhubungan sistem daerah aliran sungai (DAS) lintas wilayah. Ketiga, sistem drainase yang belum optimal di sejumlah titik.

“Perubahan tata guna lahan dari kawasan terbuka seperti sawah dan perkebunan menjadi permukiman turut menurunkan daya resap tanah. Akibatnya, limpasan air permukaan meningkat dan berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir, terutama di wilayah hilir,” jelas Arif Rohman.

Bupati Egi: Mitigasi Harus Terencana dan Libatkan Masyarakat

Menanggapi paparan tersebut, Bupati Egi menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia meminta langkah mitigasi dirancang secara jelas dalam tiga tahap: jangka pendek, menengah, dan panjang.

“Kita harus merancang langkah mitigasi yang jelas. Karena itu persoalan banjir ini perlu melibatkan para ahli agar penanganannya tepat,” ujarnya.

Bupati Egi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat dan akademisi harus terlibat aktif.

“Kalau kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kita. Persoalan kerusakan lingkungan harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Camat Diminta Awasi Aktivitas Tambang dan Kerusakan Lingkungan

Dalam forum yang sama, Bupati Egi memberikan instruksi tegas kepada para camat. Mereka diminta meningkatkan pengawasan terhadap kondisi lingkungan di wilayah masing-masing.

Ia menyoroti potensi kerusakan akibat aktivitas penambangan yang bisa memicu bencana. “Lebih baik kita melakukan pencegahan daripada menyesal setelah bencana terjadi. Saya minta potensi kerusakan lingkungan segera dideteksi dan dilaporkan agar bisa cepat ditindaklanjuti,” katanya.

Melalui penyusunan dokumen rencana aksi ini, Pemkab Lampung Selatan berharap memiliki strategi penanggulangan banjir yang komprehensif, terukur, dan berkelanjutan. Tujuannya, potensi bencana bisa diantisipasi sejak dini dan pembangunan daerah tetap berjalan optimal.

Bagikan
Sumber: difatv.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks