Pencarian

TPIA Akuisisi Cycle & Carriage Rp 12,1 Triliun, Maybank: Laba Berpotensi Naik 5%

Selasa, 25 Agustus 2026 • 12:07:01 WIB
TPIA Akuisisi Cycle & Carriage Rp 12,1 Triliun, Maybank: Laba Berpotensi Naik 5%
Manajemen TPIA resmi mengakuisisi Cycle & Carriage senilai Rp12,1 triliun sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha.

LAMPUNG — Manajemen TPIA menyebut transaksi ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi untuk memperkuat ketahanan kinerja di tengah siklus industri petrokimia yang sedang lesu. Ekspansi ini juga menjadi kelanjutan langkah perseroan di Singapura setelah sebelumnya mengakuisisi jaringan stasiun pengisian bahan bakar ritel bermerek Esso.

Alasan Strategis Masuk ke Sektor Mobilitas

Melalui akuisisi ini, TPIA akan masuk lebih dalam ke rantai nilai sektor mobilitas. Langkah ini dinilai sebagai pembuka sumber pertumbuhan baru yang tidak bergantung pada harga komoditas petrokimia global.

Maybank Sekuritas Indonesia melihat aksi korporasi ini sebagai bukti kemampuan Chandra Asri melakukan akuisisi secara countercyclical. Strategi ini diyakini dapat meningkatkan nilai jangka panjang perseroan meskipun saat ini kinerja industri utama sedang tertekan.

Potensi Kontribusi terhadap Laba TPIA

Berdasarkan estimasi riset Maybank, kontribusi dari bisnis otomotif Cycle & Carriage berpotensi menambah laba Chandra Asri sekitar 3-5 persen pada periode 2026-2027. Meski tidak signifikan secara besar, tambahan pendapatan ini tetap menjadi katalis positif di tengah ketidakpastian pasar petrokimia.

Menurut analis Maybank, diversifikasi usaha ini memberikan buffer bagi kinerja keuangan TPIA apabila harga produk petrokimia belum pulih dalam waktu dekat. Sektor otomotif di Singapura dan Malaysia dinilai memiliki karakteristik permintaan yang lebih stabil dibandingkan bisnis komoditas siklikal.

Lanjutan Ekspansi TPIA di Singapura

Akuisisi Cycle & Carriage bukan langkah pertama TPIA di Negeri Singa. Sebelumnya, perseroan telah mengakuisisi jaringan SPBU ritel bermerek Esso di negara tersebut. Dengan tambahan bisnis otomotif ini, TPIA semakin memperkuat posisinya di sektor hilir yang lebih dekat dengan konsumen akhir.

Langkah ini juga sejalan dengan strategi jangka panjang TPIA untuk membangun portofolio bisnis yang lebih beragam. Dengan begitu, ketergantungan perseroan terhadap fluktuasi harga etilen dan propilena dapat berkurang secara bertahap.

Investor saat ini mencermati perkembangan penyelesaian transaksi ini, termasuk proses regulasi di Singapura dan Malaysia. Jika berjalan lancar, akuisisi ini akan menjadi salah satu aksi korporasi terbesar TPIA dalam beberapa tahun terakhir.

Investasi mengandung risiko.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks