LAMPUNG — Proyek peremajaan dua rangkaian KRL yang digarap PT INKA untuk PT KAI Commuter (KCI) ternyata tidak berjalan mulus. Direktur Utama KCI, Purnomosidi, mengungkapkan bahwa pengerjaan retrofit tersebut masih menghadapi kendala teknis, meski ia enggan membeberkan detail masalah yang dihadapi oleh pabrikan kereta asal Madiun itu.
"Memang ada beberapa kendala teman-teman INKA. Detailnya nanti mungkin tanya ke teman-teman INKA apa kendalanya," ujar Purnomosidi kepada awak media di Jakarta, Senin (24/8). Ia hanya memastikan bahwa proses pengerjaan masih terus berjalan dan pihaknya secara intensif memantau perkembangan di lapangan.
Komitmen Tegas soal Penalti
Meski memahami adanya kendala teknis, KCI menegaskan tidak akan melonggarkan aturan main. Purnomosidi menekankan bahwa mekanisme denda dan penalti adalah harga mati dalam setiap kontrak kerja sama yang diteken BUMN. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menjaga tata kelola perusahaan yang baik.
"Komplain pasti, denda pasti, penalti pastilah. Karena kan kita jaga governance-nya," tegasnya. Ia menambahkan, kontrak yang telah disepakati menjadi dasar hukum yang kuat bagi KAI Commuter untuk menuntut pemenuhan kewajiban, termasuk jika terjadi keterlambatan.
"Ada kontrak berarti kalau ada yang nggak dipenuhi ya penaltinya pasti akan kita lakukan," tandas Purnomosidi.
Mengapa Proyek Ini Krusial?
Proyek retrofit atau peremajaan ini bukan sekadar pemeliharaan rutin. Tujuannya adalah memperpanjang umur pakai dan meningkatkan kualitas pelayanan KRL bagi jutaan penumpang harian. Dengan jumlah penumpang yang terus meningkat, setiap keterlambatan pengembalian trainset ke jalur operasional berpotensi mempengaruhi frekuensi perjalanan dan kenyamanan penumpang di stasiun.
KCI sendiri belum memberikan angka pasti mengenai potensi keterlambatan dan besaran denda yang akan dikenakan. Namun, pernyataan tegas dari direksi ini menjadi sinyal bahwa KCI serius mengawal proyek strategis tersebut. Publik pun menunggu kejelasan kapan dua trainset yang tengah dirombak ini bisa kembali beroperasi melayani rute commuter. (*)