BANDAR LAMPUNG — Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar edukasi kepalangmerahan bertajuk 'Kenali Darahmu, Jaga Kesehatannya, Selamatkan Kehidupan' di Auditorium Ar-Raihan, Senin (24/8). Tiga pemateri dari Pengurus PMI Provinsi Lampung dihadirkan, yakni Hardiyanto Luke Silalahi (Ketua Bidang Pelayanan Darah), Ade Iskandar Bunari (Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan), serta dr. Vitra Fenisof Arza (Kepala Bagian Pemastian Mutu Darah UDD PMI).
Makna di Balik Nama Aksi Merah Putih
Kepala SMA IT Ar-Raihan Bandar Lampung, Ahmad Sofwan, M.Pd.I., menjelaskan bahwa penamaan 'Aksi Merah Putih' sarat makna. Unsur 'Merah' melambangkan aksi kemanusiaan donor darah, sementara 'Putih' bertepatan dengan momen suci peringatan Hari Raya Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
"Selain memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan sosial ini sekaligus dirangkaikan untuk menyemarakkan HUT ke-20 Sekolah Ar-Raihan, HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, serta Hari Ulang Tahun PMI," ujar Ahmad Sofwan.
Puncak Kegiatan: Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis
Memasuki hari kedua, Selasa (25/8), puncak acara berlangsung di Kompleks Sekolah Ar-Raihan mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Warga sekitar dan keluarga besar sekolah dapat mengikuti donor darah serta memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya.
Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan PMI Lampung, Ade Iskandar Bunari, S.E., mengapresiasi inisiatif sekolah tersebut. Menurutnya, aksi donor darah adalah kegiatan kemanusiaan yang termurah sekaligus paling mulia untuk membantu memperpanjang harapan hidup sesama.
Kebutuhan Darah PMI Lampung Capai 200 Kantong per Hari
Kegiatan ini menjadi penting mengingat kebutuhan darah di Provinsi Lampung terbilang tinggi. PMI Lampung membutuhkan sekitar 200 kantong darah setiap harinya untuk memenuhi permintaan dari berbagai fasilitas kesehatan.
Aksi sosial yang dipusatkan di Kompleks Sekolah Ar-Raihan ini merupakan bentuk perwujudan visi sekolah untuk berkontribusi langsung bagi masyarakat. Sekolah berharap kegiatan serupa bisa menjadi agenda rutin, tidak hanya untuk memperingati momen tertentu tetapi juga sebagai gerakan berkelanjutan dalam membantu sesama.