BANDAR LAMPUNG — Upaya pencurian sepeda motor di lingkungan perkantoran pemerintahan berakhir ricuh. Dua pria yang hendak menggondol kendaraan di halaman Kantor Kecamatan Tanjungkarang Pusat terpaksa kabur setelah aksinya diketahui pegawai. Situasi semakin tegang ketika salah satu pelaku mengeluarkan senjata api untuk mengancam petugas yang mengejar.
Kronologi: Beraksi Pagi Hari, Satu Orang Jadi Joki
Rekaman CCTV memperlihatkan kedua pelaku tiba di lokasi dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat. Mereka mengenakan jaket dan helm untuk menutupi wajah. Satu orang tetap duduk di atas motor sebagai joki, sementara rekannya turun dan menghampiri sepeda motor korban yang terparkir.
Pelaku mulai merusak kunci kontak menggunakan alat yang dibawanya. Namun, belum sempat membawa kabur kendaraan, seorang petugas kecamatan keluar dari gedung dan melihat aksi tersebut. Teriakan petugas sontak membuat pegawai lain berdatangan dan berusaha menghentikan kedua pelaku.
Pelarian Kacau: Motor Jatuh, Kursi Dilempar, Senpi Diacungkan
Kepanikan melanda kedua pelaku. Mereka buru-buru melarikan diri dengan motor yang mereka bawa. Dalam proses pelarian itu, motor pelaku sempat terjatuh. Keduanya berhasil bangkit dan kembali memacu kendaraan. Petugas yang mengejar bahkan sempat melemparkan sebuah kursi ke arah pelaku, namun upaya tersebut tidak berhasil menghentikan laju mereka.
Puncaknya, salah seorang pelaku diduga mengeluarkan senjata api dan mengarahkannya ke petugas. Demi alasan keselamatan, para pegawai akhirnya menghentikan pengejaran dan kembali masuk ke area kantor.
Polisi: Percobaan Pencurian, Motor Korban Selamat
Kapolsek Tanjungkarang Barat, AKP Martoyo, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, aksi pelaku masih sebatas percobaan pencurian karena sepeda motor milik korban tidak sempat dibawa kabur.
"Peristiwanya hanya percobaan. Motor tidak berhasil diambil oleh pelaku," kata Martoyo saat dikonfirmasi, Selasa (21/7).
Meski korban belum membuat laporan resmi ke polisi, Martoyo memastikan penyelidikan tetap dilakukan. Pihaknya kini mengumpulkan informasi, termasuk rekaman CCTV, untuk mengidentifikasi dan memburu para pelaku.
"Karena motor tidak jadi diambil, pelapor belum membuat laporan. Sementara ini, unit gabungan masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku," pungkasnya.