BANDAR LAMPUNG — Empat kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Lampung tengah dikebut pembangunannya. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto, menargetkan seluruh proyek selesai sebelum pergantian tahun.
"Empat KNMP tahun 2026 saat ini masih dalam proses pembangunan. Mudah-mudahan sebelum akhir tahun sudah selesai seluruhnya. Beberapa fasilitas bahkan sudah mulai operasional, meskipun memang belum optimal," kata Bani, Selasa (14/7/2026).
Empat Lokasi yang Masuk Tahap Pembangunan 2026
Keempat lokasi tersebut berada di:
- Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus
- Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan
- Kecamatan Bandar Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah
- Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran
Sementara itu, empat KNMP yang dibangun pada 2025 telah mulai beroperasi, khususnya di Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Selatan. Di kedua lokasi tersebut, fasilitas cold storage sudah digunakan oleh masyarakat nelayan.
Cold Storage Sudah Berjalan, Kios Kuliner Masih Sepi
Meski cold storage sudah berfungsi, Bani mengakui operasional kawasan belum berjalan maksimal. Sejumlah fasilitas pendukung, terutama area kuliner, masih dalam proses pengisian oleh pelaku usaha.
"Cold storage sudah digunakan, baik di Lampung Timur maupun Lampung Selatan. Namun memang belum maksimal karena kios-kios kuliner yang menjadi bagian dari kawasan tersebut belum seluruhnya terisi," ujarnya.
Konsep KNMP sendiri tidak hanya membangun infrastruktur perikanan, tetapi juga mengintegrasikan berbagai fasilitas penunjang ekonomi masyarakat pesisir. Di dalam kawasan tersedia cold storage, pabrik es portabel, kios kuliner berbasis hasil laut, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) pada lokasi yang memenuhi persyaratan.
SPBN Hanya Ada di Lokasi dengan Kebutuhan Tinggi
Bani menjelaskan, tidak semua kawasan KNMP mendapatkan fasilitas SPBN. Keberadaannya bergantung pada jumlah kapal nelayan yang beroperasi di wilayah tersebut serta kebutuhan pelayanan bahan bakar yang belum terjangkau SPBN lain.
"SPBN itu tidak ada di semua lokasi. Itu tergantung jumlah kapal nelayan dan kebutuhan pelayanan BBM di wilayah tersebut. Di Lampung Selatan ada satu lokasi yang memiliki SPBN, begitu juga di Lampung Timur," jelasnya.
Bukan Lagi Infrastruktur, tapi SDM Jadi Tantangan Utama
Menurut Bani, tantangan terbesar saat ini bukan lagi pembangunan fisik, melainkan kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola kawasan tersebut. Pembinaan dan edukasi kepada para pengelola akan terus dilakukan agar seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
"Kendala terbesar saat ini adalah SDM pengelolanya. Mereka perlu terus diberikan edukasi dan pendampingan agar mampu mengelola kawasan KNMP secara profesional. Kami optimistis dengan pendampingan yang berkelanjutan, kawasan ini akan berkembang sesuai tujuan yang diharapkan," pungkas Bani.
Melalui program ini, pemerintah berharap kawasan pesisir tidak lagi identik dengan kawasan kumuh, tetapi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi maritim yang tangguh dan produktif.