KALIANDA — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan secara resmi menjadikan pemetaan bakat santri sebagai program daerah. Langkah ini diambil untuk memperkuat kualitas pendidikan berbasis pesantren sekaligus menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan komitmen tersebut saat membuka Sarasehan Pengasuh Pondok Pesantren Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan berlangsung di Kantor PCNU Lampung Selatan, Jalan Trans Sumatera, Kelurahan Way Lubuk, Kecamatan Kalianda, Minggu (19/1/2026).
Bupati Egi hadir bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto dan sejumlah pejabat utama Pemkab Lampung Selatan. Para pimpinan dan pengasuh pondok pesantren dari berbagai wilayah di kabupaten itu juga mengikuti sarasehan tersebut.
Pengasuh Didorong Kenali Potensi Santri Sejak Dini
Dalam sambutannya, Bupati Egi mengajak para pengasuh pondok pesantren membangun pola pendidikan yang lebih adaptif. Ia juga mendorong pengasuh membuka ruang komunikasi yang lebih luas bersama para santri.
Menurut Bupati Egi, setiap anak memiliki potensi dan bakat yang berbeda. Karena itu, para pengasuh perlu mengenali dan mengarahkan potensi tersebut sejak dini.
“Kita harus bisa menanamkan visi dan misi para santri. Kita tanyakan mereka maunya jadi apa. Sebab, sejatinya Allah SWT memberikan bakat yang berbeda-beda kepada setiap anak, meskipun tujuannya sama, yaitu untuk syiar. Oleh karena itu, sebagai pengasuh, kita harus mampu menemukan talenta anak-anak didik kita,” ujar Bupati Egi.
Pemkab Integrasikan Program ke Pembangunan Daerah
Bupati Egi menilai pembangunan sumber daya manusia menjadi fondasi utama untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah akan memberikan manfaat yang lebih besar jika kualitas sumber daya manusia terus meningkat.
Ia sengaja menghadiri forum tersebut sebagai bentuk keseriusan Pemkab Lampung Selatan dalam memperkuat kualitas pendidikan, termasuk pendidikan berbasis pesantren.
“Di forum yang sangat penting ini, saya sengaja menyempatkan hadir karena saya ingin Lampung Selatan jadi lebih baik di dunia pendidikan. Saya ingin pesantren di sini dapat melahirkan generasi emas,” kata Bupati Egi.
Bupati Egi telah menginstruksikan Sekretaris Daerah untuk menyusun program yang memfasilitasi kebutuhan pondok pesantren. Pemerintah daerah juga akan mengintegrasikan pengembangan potensi santri ke dalam program pembangunan daerah.
“Saya sangat mendukung program-program NU karena konsep pendidikannya adalah mondok. Saya sudah arahkan Pak Sekda untuk melihat apa saja yang bisa kita bantu dan integrasikan untuk mendukung pondok pesantren di Lampung Selatan. Pemetaan bakat santri ini harus bisa jadi program kita ke depan,” tegasnya.
PCNU: Santri Wajib Berani Bicara, Pengurus Harus Sigap
Ketua Tanfidziyah PCNU Lampung Selatan Kyai Abdul Haris menegaskan bahwa pengasuh dan pengurus pondok pesantren memiliki peran strategis sebagai teladan bagi masyarakat maupun para santri. Ia mengingatkan pentingnya membangun budaya komunikasi yang terbuka.
“Santri pesantren wajib berani bicara, dan pengurus harus sigap tanpa menutup-nutupi. Hari ini, sinergi PCNU Lampung Selatan dapat terjalin dengan baik. Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada para sahabat pengurus yang telah berupaya sejak minggu lalu sehingga acara hari ini berjalan dengan lancar,” ujar Abdul Haris.
Melalui sarasehan tersebut, Pemkab Lampung Selatan bersama PCNU setempat berharap sinergi dalam penguatan pendidikan pesantren terus berkembang. Ke depan, sinergi itu diharapkan mampu melahirkan generasi yang berakhlak, berdaya saing, serta siap berkontribusi bagi pembangunan daerah dan menyongsong Indonesia Emas 2045.