KOTABUMI — Kesalahpahaman antara sejumlah pemuda Desa Pekurun dengan personel TNI AD Brigif 4 di Lampung Utara berakhir damai setelah Bupati dan Komandan Kodim 0412/LU turun langsung memediasi. Peristiwa bermula Kamis sore sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Bendungan Way Rarem, Kecamatan Abung Pekurun.
Berawal dari Teguran Knalpot Bising, Berujung Bentrok Fisik
Kronologi kejadian dipicu saat seorang warga melintas menggunakan sepeda motor dengan suara knalpot nyaring di sekitar bendungan. Personel TNI yang tengah berada di lokasi memberikan teguran. Teguran tersebut memicu respons spontan hingga berkembang menjadi perselisihan fisik di lapangan.
Perangkat Desa setempat segera bertindak dengan membawa delapan pemuda yang terlibat ke RSUD Ryacudu Kotabumi untuk mendapatkan penanganan medis. Kondisi kedelapan pemuda dipastikan dalam keadaan baik setelah menjalani perawatan.
Musyawarah Adat Jadi Jalan Keluar
Bupati Hamartoni Ahadis dan Letkol Roni Faturohman menginisiasi ruang dialog pada malam harinya. Mediasi berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan dihadiri perwakilan Korem 043/Gatam, jajaran Forkopimda Lampung Utara, Kepala Desa Pekurun dan Pekurun Tengah, serta perangkat desa.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat menurunkan ego dan menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin. Dua poin utama disepakati: pertama, tanggung jawab penuh terhadap proses pengobatan para pemuda yang terluka; kedua, penyelesaian secara tuntas melalui mekanisme musyawarah adat setempat.
Respons Cepat Cegah Eskalasi Konflik
Langkah cepat Bupati dan Dandim mendapat apresiasi dari warga setempat. Mediasi yang digelar hanya beberapa jam setelah insiden dinilai efektif meredam potensi konflik berkepanjangan di wilayah tersebut. Forkopimda Lampung Utara berkomitmen mengawal pelaksanaan kesepakatan, termasuk proses pengobatan dan jalannya musyawarah adat.