Pencarian

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Dukung BCF Kembangkan BUMDes, Tiga Desa Jadi Pilot Project

Jumat, 05 Juni 2026 • 12:06:31 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Dukung BCF Kembangkan BUMDes, Tiga Desa Jadi Pilot Project
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendukung program BCF untuk pengembangan BUMDes di tiga desa pilot.

BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung bekerja sama dengan Bakrie Center Foundation (BCF) untuk memperkuat kelembagaan ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas BUMDes. Program ini dinilai sejalan dengan Program Desaku Maju yang tengah dijalankan oleh Pemprov Lampung.

CEO Bakrie Center Foundation, Jimmy Muhammad Rifai Gani, menjelaskan bahwa program percontohan akan berlangsung selama enam bulan. Setiap desa sasaran akan ditempati tiga tenaga pendamping, terdiri dari dua lulusan perguruan tinggi dan satu pemuda lokal yang akan dilatih menjadi konsultan pengembangan desa.

Mengapa Lampung Dipilih Sebagai Pilot Project?

Menurut Jimmy, Lampung memiliki potensi pertanian yang besar, dukungan pemerintah daerah yang kuat, dan ekosistem yang mendukung pengembangan BUMDes. “Kami ingin memulai dari Lampung karena memiliki potensi pertanian yang besar, dukungan pemerintah daerah yang kuat, dan ekosistem yang sangat mendukung,” ujar Jimmy dalam rapat kemitraan strategis di Ruang Kerja Gubernur, Kamis (4/6/2026).

Program ini juga menggabungkan pengembangan kepemimpinan, pendampingan usaha desa, serta metode pengukuran daya saing melalui Village-Owned Enterprise Competitiveness Index (VECI). Pendanaan program ini telah mendapat dukungan dari Pupuk Indonesia.

Tiga Desa Prioritas di Lampung

BCF akan menerapkan program percontohan di tiga lokasi prioritas nasional, dengan Lampung menjadi salah satu daerah sasaran. Namun, nama desa yang akan menjadi lokasi pilot project belum diumumkan secara resmi.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa tantangan pembangunan desa saat ini bukan hanya meningkatkan produksi komoditas, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan memperkuat kelembagaan ekonomi desa. “Kita memiliki ribuan BUMDes, tetapi yang benar-benar tumbuh dan menghasilkan masih sedikit. Karena itu, kita membutuhkan model yang dapat direplikasi sehingga BUMDes mampu menjadi operator ekonomi desa,” kata Mirza.

Kaitan dengan Program Desaku Maju

Pemprov Lampung saat ini tengah mengembangkan ekosistem ekonomi desa berbasis komoditas unggulan seperti jagung, padi, singkong, kopi, kakao, dan kelapa. Program ini mencakup pembangunan bed dryer, pelatihan vokasi, hingga pengembangan industri pengolahan hasil pertanian.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mirza juga memaparkan sejumlah capaian Program Desaku Maju, termasuk pengembangan tepung mocaf sebagai substitusi tepung terigu yang mulai dimanfaatkan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model yang bisa direplikasi di desa-desa lain di Lampung. Dengan adanya pendampingan intensif, BUMDes diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.

Bagikan
Sumber: lampungnewspaper.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks