Pencarian

Lampung Perkuat Pendidikan Inklusif dan Kesejahteraan Guru Hardiknas 2026

Senin, 04 Mei 2026 • 11:48:01 WIB
Lampung Perkuat Pendidikan Inklusif dan Kesejahteraan Guru Hardiknas 2026
Sekretaris Daerah Lampung memimpin upacara Hardiknas 2026 sebagai wujud komitmen penguatan pendidikan inklusif dan kesejahteraan guru.

BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmen penguatan sektor pendidikan melalui implementasi sistem inklusif dan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Upacara yang digelar di Lapangan Korpri, Senin (4/5), menjadi momentum evaluasi kebijakan strategis di tingkat daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, bertindak sebagai inspektur upacara mewakili jajaran pemerintah daerah. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., di hadapan ratusan ASN, guru, serta pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.

Skema Baru Tunjangan Guru dan Beasiswa Kompetensi

Pemerintah kini menerapkan sistem penyaluran tunjangan guru secara langsung setiap bulan untuk menjamin kepastian finansial tenaga pengajar. Kebijakan ini diambil sebagai langkah konkret dalam menghargai dedikasi guru sebagai pilar utama keberhasilan pendidikan nasional.

"Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru sebagai kunci keberhasilan pendidikan," ujar Marindo Kurniawan saat membacakan sambutan Mendikdasmen.

Selain tunjangan, program pengembangan kapasitas melalui beasiswa pendidikan lanjutan dan pelatihan kompetensi tetap menjadi prioritas. Langkah ini bertujuan agar para guru di Lampung memiliki daya saing tinggi dan mampu beradaptasi dengan dinamika kurikulum modern.

Percepatan Digitalisasi dan Fasilitas Sekolah Inklusif

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan revitalisasi satuan pendidikan sebagai agenda strategis tahun ini. Fokus utama mencakup pembangunan sarana fisik yang memadai serta percepatan digitalisasi pembelajaran guna menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa.

Akses pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) juga diperluas melalui berbagai layanan, mulai dari sekolah satu atap hingga pembelajaran jarak jauh. Program ini memastikan pemerataan akses pendidikan tanpa memandang latar belakang fisik maupun kondisi geografis peserta didik.

"Keberhasilan pembangunan pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga media. Sinergi ini menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua," ungkapnya.

Implementasi Konsep Among Ki Hajar Dewantara

Pendidikan di Lampung diarahkan untuk kembali pada filosofi "Among" yang dicetuskan Ki Hajar Dewantara, yakni asah, asih, dan asuh. Sekolah diharapkan menjadi ruang tumbuh yang aman dan menyenangkan, tidak hanya mengasah aspek akademik tetapi juga nilai moral dan spiritual.

Penguatan literasi, numerasi, serta penguasaan sains dan teknologi tetap menjadi indikator capaian belajar yang utama. Pemerintah daerah juga mengoptimalkan berbagai ajang evaluasi bakat, seperti lomba olahraga dan seni, untuk menyaring potensi non-akademik siswa sejak dini.

Mendikdasmen melalui Sekdaprov Lampung mengajak seluruh elemen pendidikan untuk memperkuat komitmen dengan misi yang jelas. Implementasi kebijakan ini diharapkan mampu membawa Indonesia menuju bangsa yang cerdas, maju, dan bermartabat pada masa depan.

Bagikan
Sumber: lampungcorner.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks