Kecelakaan terjadi saat Blue Origin tengah mempersiapkan misi NG-4, yang seharusnya menjadi peran penting New Glenn dalam program Artemis NASA. Uji coba statis, yang biasanya hanya menghidupkan mesin sebentar di tempat, berubah menjadi malapetaka tak lama setelah sistem propulsi diaktifkan.
Rekaman langsung dari NASASpaceflight.com melalui siaran Space Coast Live menangkap momen ketika api pertama kali muncul, lalu dengan cepat membesar menjadi ledakan yang menerangi pesisir Florida. Tim penyelamat dan pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi, namun kerusakan pada booster sudah tak terhindarkan.
Perbandingan dengan roket N1 Soviet bukan tanpa alasan. N1, yang dirancang untuk misi bulan, meledak empat kali antara 1969 dan 1972, dengan ledakan terbesarnya terjadi hanya beberapa detik setelah lepas landas. New Glenn, dengan ketinggian setara gedung 30 lantai dan daya angkut puluhan ton, adalah salah satu kendaraan peluncur terbesar yang pernah dibuat oleh sektor swasta.
Skala kehancuran dan energi yang dilepaskan dalam ledakan Kamis malam membuat para pengamat industri langsung mengingat kembali era perlombaan antariksa Soviet. Video yang beredar di media sosial menunjukkan gumpalan asap dan api membubung tinggi, terlihat dari jarak bermil-mil.
New Glenn ditunjuk sebagai salah satu roket kunci untuk mengirimkan modul dan peralatan ke orbit bulan dalam kerangka Artemis. Ledakan ini menimbulkan tanda tanya besar atas jadwal misi yang sudah direncanakan, termasuk kemungkinan keterlambatan pengiriman muatan untuk NASA.
Blue Origin, perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, belum merilis pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kegagalan dan kerusakan infrastruktur di LC-36A. Namun, insiden ini dipastikan akan memicu investigasi panjang dari Federal Aviation Administration (FAA) dan evaluasi ulang terhadap desain sistem propulsi roket tersebut.
Bagi industri antariksa komersial AS, ledakan New Glenn menjadi pengingat keras bahwa pengembangan roket super berat masih penuh risiko tinggi—terlebih ketika menggunakan metana cair sebagai bahan bakar, yang memerlukan penanganan kriogenik yang sangat presisi.