LAMPUNG — Start dari posisi ke-13, Veda Ega sempat melesat ke urutan keenam pada lap-lap awal. Namun, performanya menurun di pertengahan balapan hingga terlempar dari posisi 10 besar. Pebalap Honda Team Asia asal Gunungkidul itu kemudian bangkit di lima lap terakhir dan merebut posisi kedelapan saat melewati garis finis.
Konsisten di Papan Atas, Hanya Sekali Gagal Finis
Fakta pertama yang menonjol adalah konsistensi Veda Ega. Sepanjang tujuh seri Moto3 2026, ia hanya sekali gagal finis, yakni di GP Amerika Serikat. Sisanya, ia selalu finis di delapan besar, termasuk podium ketiga di GP Brasil. Catatan ini menjadikannya pebalap Asia paling stabil di grid Moto3 musim ini.
Satu-satunya Pebalap Asia di Lima Besar, Saingi Empat Pebalap Spanyol
Posisi kelima di klasemen sementara membuat Veda Ega menjadi satu-satunya wakil Asia yang mampu bersaing di papan atas. Empat pebalap di atasnya semuanya berasal dari Spanyol: Maximo Quiles, Alvaro Carpe, Adrian Fernandez, dan Brian Uriarte. Pencapaian ini menunjukkan level kompetitif Veda Ega di kancah balap motor dunia.
Start dari Posisi Sulit Tak Jadi Halangan
Fakta ketiga adalah kemampuannya bangkit dari posisi start yang tidak ideal. Veda Ega tercatat tiga kali start dari luar 10 besar dan tetap finis di posisi delapan besar. Ia finis keenam di GP Spanyol meski start dari urutan ke-17, finis kedelapan setelah start dari grid ke-20, dan kembali finis kedelapan setelah start ke-13 di GP Italia. Ini membuktikan mental juang yang tak kenal menyerah.
Sementara itu, podium kemenangan Moto3 Italia 2026 diraih oleh Brian Uriarte (Red Bull KTM) yang diikuti rekan senegaranya, Alvaro Carpe, di posisi kedua. Pebalap Malaysia, Hakim Danish, sukses merebut podium ketiga sekaligus podium pertamanya musim ini. Bagi Veda Ega, delapan poin tambahan dari Mugello menjadi modal berharga untuk mempertahankan posisinya di papan klasemen saat Moto3 memasuki seri-seri berikutnya.