LAMPUNG — Persib Bandung resmi mengunci gelar juara BRI Super League untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah laga pamungkas melawan Persijap Jepara berakhir imbang 0-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (23/5/2026). Hasil itu tetap mengantarkan Marc Klok cs ke puncak klasemen, unggul head-to-head atas Borneo FC yang juga menang di hari yang sama.
Namun, pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan alias Ropan punya pandangan berbeda soal momentum juara Persib. Menurutnya, kunci sukses Pangeran Biru sudah terlihat jauh sebelum laga pamungkas.
Ropan menyebut dua pertandingan spesifik menjadi titik balik Persib musim ini. Pertama, saat menghadapi Dewa United. Maung Bandung sempat tertinggal 0-2, tapi mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di akhir laga.
"Banyak yang berpikir kuncinya saat menang lawan Persija dan PSM. Saya bilang, kuncinya justru saat mereka bisa membalikkan keadaan lawan Dewa United," ujar Ropan di kanal YouTube Bung Ropan, dikutip Senin (25/5).
Kedua, laga tandang ke kandang Bhayangkara FC di Lampung. Tim asuhan Bojan Hodak tertinggal 0-2 lebih dulu, lalu bangkit dan menang telak 4-2. Ropan menyebut hasil ini lebih heroik karena Bhayangkara sebelumnya sukses mengalahkan Persija.
"Kalau dua pertandingan itu kalah, ya sudah lewat Persib. Mau menang lawan Persija dan PSM pun tidak berpengaruh. Borneo yang jadi juara," tegas Ropan.
Ropan memuji mental juara yang dimiliki skuad Maung Bandung. Tertinggal dua gol di dua laga berbeda lalu bisa memenangkan duel menunjukkan karakter yang tidak dimiliki semua tim.
"Mereka punya mental baja dan semangat juang tidak kenal menyerah. Mengejar ketinggalan butuh mental kuat. Saya juga melihat Dewi Fortuna ada di Persib," ucap jurnalis senior itu.
Menurut Ropan, kombinasi mental kuat, kedalaman skuad yang baik, dan sentuhan pelatih Bojan Hodak menjadi paket lengkap kesuksesan Persib. "Kalau memang mau gagal, sudah kelihatan saat dua pertandingan tadi. Itu kuncinya," pungkasnya.