BANDAR LAMPUNG — Pelantikan tersebut menandai mulai bekerja kepengurusan baru PERSI dan Mahersi Lampung untuk empat tahun ke depan. Jihan meminta seluruh pengurus menjalankan amanah dengan tanggung jawab, integritas, dan semangat pengabdian demi kemajuan rumah sakit di provinsi itu.
Menurut Jihan, pembangunan sektor kesehatan tidak bisa dikerjakan secara parsial. Pemerintah, organisasi profesi, pengelola rumah sakit, dan pemangku kepentingan lain harus bergerak pada satu garis tujuan yang sama.
"Tidak ada yang bisa berjalan sukses jika dilakukan secara parsial. Semuanya harus bergerak bersama dan berada pada satu garis tujuan untuk mewujudkan perubahan yang kita cita-citakan," ujarnya.
TBC Jadi Perhatian: Pengobatan Baik, Pencegahan Masih Lemah
Jihan mencontohkan penanganan tuberkulosis yang menjadi salah satu perhatian Pemerintah Provinsi Lampung. Keberhasilan penanganan TBC tidak cukup mengandalkan kemampuan tenaga medis memberi pengobatan, tetapi butuh dukungan lintas sektor.
Berdasarkan data yang dipaparkan, capaian pada aspek pengobatan dan penyembuhan pasien TBC sudah menunjukkan hasil baik. Namun upaya di sektor hulu, terutama pencegahan dan penemuan kasus, masih perlu diperkuat.
"Masalah kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab insan kesehatan. Ini merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari Dinas Kesehatan, Bappeda, sektor permukiman, hingga perangkat dan pemangku kepentingan lainnya," jelasnya.
Wagub berharap PERSI menjadi mitra strategis Pemprov Lampung dalam mendukung program prioritas pembangunan kesehatan, termasuk penanganan TBC dan peningkatan standar pelayanan minimal bidang kesehatan.
Etika Pelayanan dan Persaingan Sehat Antarrumah Sakit
Selain penguatan sinergi, Jihan menekankan peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Pengelola rumah sakit diminta menjalankan tata kelola secara profesional, transparan, dan berintegritas.
Etika pelayanan menjadi sorotan lain dalam sambutannya. Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit bersama jajaran pengelola diminta terus membina tenaga kesehatan dan seluruh pegawai.
"Ketika masyarakat datang ke rumah sakit, mereka sedang berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Karena itu, etika dalam memberikan pelayanan sangat penting. Pelayanan yang baik, manusiawi, dan beretika akan memberikan rasa nyaman serta membangun kepercayaan pasien," katanya.
Jihan juga mendorong PERSI menjadi wadah pemersatu seluruh rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta. Kolaborasi harus dikedepankan dan persaingan tidak sehat dihindari.
Ia menegaskan rumah sakit pemerintah dan swasta merupakan bagian dari ekosistem kesehatan yang sama. Keduanya perlu saling mendukung untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Lampung.