BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menilai perjalanan seperempat abad LAZDAI bukan sekadar catatan usia lembaga, melainkan bukti keteguhan dan integritas dalam membersamai umat. Jihan menyebut LAZDAI telah membantu pemerintah menjalankan berbagai kegiatan untuk kesejahteraan masyarakat melalui program sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.
Menurut Jihan, peran lembaga amil zakat tidak cukup berhenti pada bantuan yang bersifat sementara atau insidental. Lembaga zakat dinilai harus mampu membantu mengatasi kesulitan masyarakat lewat program yang berkelanjutan.
Dari Bantuan Insidental ke Investasi pada Masyarakat
Jihan menilai berbagai kegiatan LAZDAI, mulai dari dukungan pendidikan, pembinaan keagamaan dan spiritual, pembangunan masjid dan musala, hingga kegiatan sosial lainnya, merupakan upaya nyata memberdayakan masyarakat. Menurutnya, langkah itu bagian dari cara melepaskan warga dari kesulitan.
"LAZDAI tidak hanya memberikan bantuan makanan atau kegiatan yang sifatnya insidental, tetapi juga berinvestasi pada masyarakat melalui pendidikan, keagamaan, membantu masjid dan musala, serta berbagai kegiatan sosial lainnya. Ini merupakan bagian dari upaya melepaskan masyarakat dari kesulitan," katanya.
Potensi Zakat Lampung Dinilai Belum Optimal
Jihan menyoroti besarnya potensi zakat di Provinsi Lampung yang belum sepenuhnya tergarap. Kondisi itu disebutnya menjadi peluang bagi pemerintah dan seluruh lembaga amil zakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menghimpun dan menyalurkan zakat.
"Potensi zakat kita di Provinsi Lampung luar biasa. Kalau bisa kita optimalkan lebih besar lagi, tentu manfaatnya akan semakin luas bagi masyarakat," ujarnya.
Keinginan LAZDAI dan lembaga lain untuk bersinergi dengan pemerintah disambut baik Jihan. Ia berjanji menyampaikan hal itu kepada Gubernur Lampung agar ada langkah konkret untuk mengoptimalkan potensi zakat daerah.
Empat Harapan Pemprov untuk LAZDAI di Usia ke-25
Memasuki usia ke-25 tahun, Pemerintah Provinsi Lampung menitipkan empat harapan kepada LAZDAI Lampung. Harapan pertama, memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui perluasan program zakat produktif dengan pendampingan bagi petani dan pelaku UMKM di desa.
Jihan menyebut desa memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Lampung, terutama melalui produktivitas sektor pertanian yang memberi kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Penyaluran zakat diharapkan turut mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
"Kita berharap zakat produktif dapat diperluas melalui pendampingan kepada petani dan UMKM di desa, sehingga masyarakat yang hari ini menerima zakat kelak mampu menjadi pemberi zakat," katanya.
Harapan kedua, membantu penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui sinergi dengan Dinas Sosial serta pemanfaatan data terpadu dari Kementerian Sosial agar bantuan tepat sasaran. Ketiga, mendukung sektor pendidikan dan melahirkan generasi Qurani. Keempat, menjaga amanah dan memperluas literasi zakat di tengah masyarakat.
Target Mustahik Berubah Jadi Muzakki
Jihan menegaskan keberhasilan pengelolaan zakat tidak hanya diukur dari banyaknya bantuan yang disalurkan. Ukuran lain yang tak kalah penting adalah kemampuan meningkatkan kesejahteraan penerima zakat hingga mereka mampu menjadi pemberi zakat.
"Harapan saya, masyarakat yang hari ini menjadi mustahik dapat kita angkat bersama-sama agar ke depannya mampu menjadi muzakki," ujarnya.
Ia meyakini LAZDAI Lampung memiliki integritas dalam menjaga amanah masyarakat dan para muzakki. Jihan juga mengajak warga menyalurkan zakat maupun wakaf melalui lembaga yang dipercaya, termasuk LAZDAI Lampung.
"Saya yakin dengan kontribusi yang telah diberikan selama ini, LAZDAI Lampung dapat terus menjaga amanah masyarakat dan para muzakki menjadi lembaga penyaluran zakat yang terpercaya," katanya.
LAZDAI Sebut 25 Tahun Jadi Momentum Bersejarah
Ketua Yayasan LAZDAI Lampung Agus Kurniawan menyampaikan peringatan 25 tahun menjadi momentum bersejarah bagi yayasan untuk terus meningkatkan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Yayasan berkomitmen memperkuat program sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.
Agus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung, Kementerian Agama, BAZNAS, para mitra strategis, serta seluruh donatur yang telah memberikan dukungan selama perjalanan LAZDAI.