Pencarian

Google Beam Hadir di 20 Lokasi USO untuk Video Konferensi 3D

Senin, 26 Oktober 2026 • 20:05:01 WIB
Google Beam Hadir di 20 Lokasi USO untuk Video Konferensi 3D
Google Beam, teknologi video konferensi 3D hasil pengembangan Project Starline, resmi dipasang di 20 lokasi USO di seluruh dunia.

LAMPUNG — Google Beam, teknologi video konferensi 3D hasil pengembangan Project Starline, resmi dipasang di 20 lokasi United Service Organizations (USO) di seluruh dunia. Fasilitas ini menyasar anggota militer aktif Amerika Serikat yang ingin berkomunikasi dengan keluarga, menyusul uji coba yang menghubungkan Fort Bliss, Texas, dengan Polandia.

Google Beam kini tersedia di sejumlah pangkalan militer dan fasilitas USO. Teknologi ini memungkinkan pengguna melihat lawan bicara sebagai hologram 3D seukuran aslinya, bukan sekadar kotak video datar di layar.

Sebelumnya, Google menjalankan program percontohan yang menghubungkan satu unit Beam di Fort Bliss, Texas, dengan unit lain di Polandia. Perusahaan juga merilis video promosi yang menampilkan tentara menggunakan platform tersebut untuk berbicara dengan keluarga mereka.

Spesifikasi Google Beam

Google Beam, yang sebelumnya dikenal sebagai Project Starline, menggabungkan enam kamera, model video berbantuan AI, dan layar cahaya khusus untuk menampilkan lawan bicara sebagai hologram 3D secara real time.

  • Enam kamera untuk menangkap sudut pandang berbeda
  • Model video berbantuan kecerdasan buatan
  • Layar cahaya khusus untuk proyeksi 3D
  • Head tracking untuk menyesuaikan tampilan sesuai posisi mata
  • Spatial audio untuk menghadirkan suara yang terasa datang dari arah lawan bicara

Pengalaman Penggunaan

Dalam uji coba beberapa tahun lalu, lawan bicara melalui Beam tampak seukuran orang dewasa asli. Interaksi terasa seperti benar-benar bertatapan mata, bukan menatap layar.

Efek 3D-nya juga meyakinkan. Saat lawan bicara mengangkat apel ke arah kamera, objek tersebut terlihat memiliki kedalaman dan volume, bukan gambar datar.

Dampak bagi Anggota Militer

Program di 20 lokasi USO ini menyasar anggota militer aktif yang bertugas jauh dari rumah. Komunikasi jarak jauh dengan keluarga menjadi kebutuhan yang sulit dipenuhi lewat panggilan video biasa.

Google belum memastikan apakah program USO ini menjadi tanda perluasan layanan Beam secara lebih luas. Perusahaan masih menunggu hasil dari penerapan di lapangan sebelum mengambil langkah berikutnya.

Kapan Tersedia untuk Publik?

Hingga kini belum ada informasi resmi soal ketersediaan komersial Google Beam untuk pengguna umum. Teknologi ini masih berstatus proyek eksperimental yang diuji di lingkungan terbatas.

Untuk pasar Indonesia, belum ada tanda-tanda kehadiran Beam dalam waktu dekat. Infrastruktur layar cahaya khusus dan enam kamera membuat biaya perangkat ini kemungkinan besar masih jauh di atas jangkauan konsumen rumahan.

Google Beam paling relevan bagi institusi yang butuh komunikasi visual mendalam, seperti militer, layanan kesehatan jarak jauh, atau perusahaan dengan tim lintas negara. Untuk pengguna rumahan yang sekadar butuh panggilan video, aplikasi konferensi biasa masih jadi pilihan paling praktis.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks