KAIRO — Kunjungan Xi ke museum termegah di Mesir itu menjadi bagian dari rangkaian agenda diplomatiknya di Kairo. Kedua pemimpin negara sama-sama berasal dari peradaban kuno yang kaya situs Warisan Dunia.
Xi mengatakan, melintasi ruang dan waktu, peradaban Tiongkok dan Mesir telah saling menjalin hubungan serta menambah bab-bab baru dalam persahabatan abadi antara kedua bangsa.
Mengapa Kunjungan ke Museum Ini Penting bagi Xi?
Museum Besar Mesir bukan sekadar tempat penyimpanan artefak. Bagi Xi, kunjungan ini menjadi simbol penguatan hubungan diplomatik dengan negara yang memiliki kedalaman sejarah sebanding dengan Tiongkok.
Dalam kesempatan tersebut, Xi menyerukan kedua pihak menjunjung tinggi visi peradaban yang berlandaskan kesetaraan, pembelajaran timbal balik, dialog, dan inklusivitas. Ia juga mendorong implementasi Inisiatif Peradaban Global yang digagasnya.
Apa Isi Pesan Xi soal Kerja Sama Peradaban?
Xi menilai koeksistensi inklusif dan pembelajaran timbal balik antarkebudayaan yang berbeda merupakan kunci membangun tatanan dunia yang lebih harmonis.
Menurut dia, kekuatan dari berbagai peradaban perlu dihimpun untuk mendorong pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.
Respons El-Sisi terhadap Inisiatif Tiongkok
El-Sisi berterima kasih atas ucapan selamat Xi yang disampaikan saat pembukaan museum tahun lalu. Ia menilai peradaban Mesir Kuno dan Tiongkok sama-sama memiliki sifat keterbukaan, inklusivitas, dan koeksistensi harmonis di tengah keberagaman.
Sifat tersebut, kata El-Sisi, sangat selaras dengan visi Inisiatif Peradaban Global yang digagas Xi. Pihak Mesir siap memperkuat pertukaran antarmasyarakat dan budaya dengan Tiongkok, mendorong pembelajaran timbal balik antarperadaban, serta menciptakan dunia yang lebih inklusif.
Kunjungan Xi ke Mesir menegaskan arah baru kerja sama bilateral yang tidak lagi berhenti pada perdagangan dan infrastruktur, tetapi merambah ke dimensi diplomasi budaya dan peradaban.