LAMPUNG — Fenomena ini setara dengan lebih dari 108 model baru yang diperkenalkan setiap bulannya. Angka tersebut mencakup seluruh segmen, dari kendaraan listrik murni, hybrid, hingga mobil bermesin konvensional. He Zhiqi secara terbuka mengkritik situasi ini dalam pernyataan yang dikutip Carscoop, menyebut biaya dan waktu pengembangan sebuah kendaraan tidak sebanding dengan singkatnya perhatian pasar terhadap produk baru.
Membangun Mobil Butuh 2 Tahun, Perhatian Pasar Tak Sampai 3 Bulan
Proses kelahiran setiap model baru membutuhkan investasi di atas 1 miliar yuan dengan masa riset dan pengembangan lebih dari dua tahun. Namun kenyataannya, antusiasme konsumen terhadap produk tersebut sering kali memudar sebelum usia mobil di pasar genap tiga bulan.
Kondisi ini menciptakan siklus yang tidak sehat. Produsen dipaksa terus mengeluarkan model anyar demi mempertahankan relevansi, sementara konsumen semakin cepat berpindah perhatian ke produk berikutnya. Akibatnya, pengembalian investasi menjadi sulit diprediksi.
Puncak Persaingan: 8 Pabrikan Rilis Model Baru di Hari yang Sama
Intensitas persaingan mencapai puncaknya pada 16 Juli 2026. Setidaknya delapan produsen mobil memperkenalkan model anyar mereka secara bersamaan dalam satu hari, sebuah fenomena yang kemudian dijuluki "Crazy Thursday" oleh pengamat industri.
Peristiwa tersebut menjadi bukti nyata bagaimana para pabrikan saling sikut untuk merebut perhatian konsumen di tengah pasar yang sudah jenuh. Alih-alih menjadi ajang pamer teknologi, momen itu justru menggambarkan kepanikan kolektif industri otomotif Negeri Tirai Bambu.
Penjualan Turun: BYD Tertekan, Great Wall dan Seres Ikut Merana
Gempuran peluncuran mobil baru terjadi justru saat pasar domestik sedang lesu. Penjualan kendaraan energi baru (new energy vehicle) ikut tertekan dengan penurunan 13 persen pada periode yang sama.
Produsen terbesar sekalipun tidak kebal terhadap tren negatif ini. BYD melaporkan penurunan penjualan sebesar 16 persen pada semester pertama 2026. Great Wall harus bersiap menghadapi proyeksi penurunan laba bersih yang cukup dalam, sementara Seres diprediksi mengalami kerugian.
Pasar Jenuh: Strategi "Banjir Produk" Mulai Dipertanyakan
Tingkat kepemilikan kendaraan di China kini sudah cukup tinggi. Pertumbuhan masa depan tidak bisa lagi mengandalkan penambahan jumlah pembeli baru, melainkan harus bertumpu pada pergantian kendaraan lama.
Strategi terus-menerus meluncurkan model baru pun mulai dipertanyakan efektivitasnya. Persoalannya kini bukan lagi tentang siapa yang mampu membuat teknologi tercanggih, melainkan siapa yang memiliki napas finansial cukup panjang untuk bertahan dalam perlombaan yang kian melelahkan ini.
Bagi pasar Indonesia, fenomena ini layak menjadi pelajaran. Banjir model baru tanpa dibarengi daya beli yang sehat hanya akan menciptakan perang harga yang menggerus margin produsen dan dealer.