LIWA — Aplikasi BAKAS merupakan pengembangan dari aplikasi SINETRON yang selama ini digunakan di lingkungan Pemkab Lampung Barat. Burlianto mengatakan, pengembangan dilakukan untuk menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi dan memudahkan ASN mengakses berbagai kebutuhan administrasi kepegawaian.
Fitur Unggulan: Dari Absensi hingga Hitung TPP Otomatis
Aplikasi ini dilengkapi sejumlah fitur utama. Pertama, absensi berbasis telepon pintar yang memungkinkan pegawai melakukan presensi dari mana saja. Kedua, manajemen kinerja pegawai yang terdigitalisasi. Ketiga, layanan administrasi kepegawaian, dan keempat, simulasi perhitungan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
"Dengan sistem tersebut, proses administrasi diharapkan menjadi lebih efektif, transparan, dan mudah diakses," kata Burlianto.
Jadwal Uji Coba dan Sasaran Pengguna
Dalam waktu dekat, simulasi atau uji coba penggunaan aplikasi BAKAS akan dilakukan di seluruh perangkat daerah. Burlianto berharap seluruh pimpinan OPD mendukung agar aplikasi ini segera diterapkan.
Aplikasi BAKAS nantinya dapat diunduh melalui Play Store. Sasaran penggunanya adalah seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), baik penuh waktu maupun paruh waktu.
Infrastruktur Pendukung: Jaringan Fiber Optik dan WiFi Publik
Selain memperkenalkan aplikasi BAKAS, Dinas Kominfo juga memaparkan transformasi digital lainnya. Salah satunya adalah pembangunan jaringan intra pemerintah berbasis fiber optik yang menghubungkan seluruh perangkat daerah dengan akses internet terpusat di Dinas Kominfo.
Menurut Burlianto, jaringan ini meningkatkan kualitas konektivitas antarlembaga, memperkuat keamanan data, dan meminimalkan potensi kebocoran informasi. "Melalui jaringan intra pemerintah yang terpusat ini, keamanan, efektivitas, dan fleksibilitas jaringan dapat ditingkatkan, sekaligus memberikan efisiensi anggaran belanja internet setiap tahunnya," ujarnya.
Untuk memperluas jangkauan, Dinas Kominfo terus menambah akses poin WiFi di sejumlah OPD yang belum terjangkau. Pemkab juga menyediakan layanan WiFi publik gratis di enam lokasi: Lapangan Pemda, Taman Kota Liwa, Pertokoan Ham Tebiu, Lamban Pancasila, GOR Aji Saka, dan Mal Pelayanan Publik. Layanan ini diharapkan membantu masyarakat mengakses informasi, belajar, dan bekerja tanpa terbebani biaya kuota.
Kemitraan dengan 272 Media Massa
Di bidang komunikasi publik, Pemkab Lampung Barat telah menjalin kemitraan dengan 272 media massa. Rinciannya, 97 surat kabar harian, 23 surat kabar mingguan, 135 media siber, 15 stasiun televisi, dan dua stasiun radio.
Kemitraan ini menjadi bagian dari upaya memperluas penyebarluasan informasi pembangunan, program, dan kebijakan pemerintah. Selain media massa, publikasi juga dilakukan melalui kanal media sosial resmi seperti Facebook, Instagram, YouTube, TikTok, podcast, dan Radio Swara Praja.
Burlianto menegaskan, berbagai inovasi ini merupakan komitmen Pemkab Lampung Barat dalam mempercepat transformasi digital pemerintahan. Melalui penguatan infrastruktur TI, peningkatan keamanan data, dan penerapan aplikasi BAKAS, pelayanan kepada ASN maupun masyarakat diharapkan berjalan lebih efektif, efisien, transparan, dan terintegrasi.