LAMPUNG — Direktur Bisnis BFI Finance Rudy Eddywidjaja menjelaskan langkah ini untuk mendekatkan akses pembiayaan sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terhadap kendaraan listrik. “Kami ingin semakin dekat dengan para pengguna mobil listrik sekaligus memperkenalkan berbagai solusi pembiayaan EV yang dimiliki BFI Finance,” ujar Rudy dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Dua Produk Unggulan: Refinancing dan Kredit Mobil Bekas
BFI Finance menyediakan dua layanan utama. Pertama, pembiayaan multiguna atau refinancing dengan jaminan BPKB mobil listrik. Skema ini memberikan dana tunai dengan tenor hingga 48 bulan dan suku bunga mulai 0,78 persen flat per bulan. Unit yang bisa diajukan adalah mobil listrik yang masih dalam masa garansi baterai hingga delapan tahun sesuai ketentuan pabrikan.
Kedua, kredit mobil listrik bekas yang saat ini tersedia untuk wilayah Jabodetabek dan Surabaya. Produk ini menawarkan suku bunga mulai 0,6 persen per bulan dengan uang muka mulai 35 persen. Inovasi ini melengkapi portofolio pembiayaan kendaraan BFI Finance yang sebelumnya didominasi mesin konvensional.
Kolaborasi dengan Komunitas untuk Percepat Adopsi EV
Peluncuran skema pembiayaan ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan bersama komunitas J5 EVO Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, BFI Finance ingin memperluas edukasi mengenai kemudahan memiliki mobil listrik. Rudy menambahkan bahwa ke depan perusahaan akan terus menjalin kemitraan dengan berbagai komunitas dan mitra strategis.
“Kami berharap BFI Finance dapat berkontribusi terhadap percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia sekaligus menghadirkan solusi pembiayaan yang inovatif dan mudah diakses oleh masyarakat,” tutup Rudy.
Target Pasar dan Dampak bagi Industri Otomotif Nasional
Kehadiran solusi finansial ini diharapkan mampu memberikan opsi yang relevan bagi perkembangan industri otomotif nasional. Dengan skema bunga kompetitif dan tenor fleksibel, BFI Finance membidik calon pembeli yang selama ini ragu beralih ke mobil listrik karena keterbatasan akses pembiayaan. Program ini menjadi salah satu langkah konkret perusahaan dalam mendukung percepatan ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.