BANDAR LAMPUNG — Ribuan warga diperkirakan akan memadati kawasan Tugu Adipura, Minggu (19/7/2026), saat 80 kendaraan hias dan tujuh kelompok kesenian budaya menggelar Street Festival dalam rangka HUT ke-344 Kota Bandar Lampung. Polresta setempat telah menyiapkan pengalihan arus dan sistem satu arah di beberapa ruas jalan utama untuk memastikan acara berjalan lancar.
Rute Pengalihan Arus: Mana Saja yang Perlu Dihindari?
Kasi Humas Polresta Bandar Lampung, AKP Agustina Nilawati, menjelaskan rekayasa lalu lintas mulai berlaku sejak pukul 13.00 WIB. Arus kendaraan dari Jalan Kota Raja menuju Tugu Adipura akan dialihkan melalui Jalan Pemuda dan Jalan Tulang Bawang. Sementara itu, kendaraan dari Jalan Gatot Subroto menuju lokasi festival diarahkan melewati Jalan Gajah Mada dan Jalan Juanda.
"Kendaraan dari arah Telukbetung menuju Tugu Adipura kami arahkan melalui Jalan Rasuna Said dan Jalan Dr. Susilo," ujar AKP Agustina, Sabtu (18/7/2026).
Polisi Berlakukan Sistem Satu Arah di Dua Titik
Selain pengalihan arus, polisi juga menerapkan sistem satu arah di Jalan Tulang Bawang menuju Jalan Cokroaminoto serta Jalan M.H. Thamrin menuju Jalan Wolter Monginsidi. Personel kepolisian akan disiagakan di sejumlah titik strategis untuk mengatur lalu lintas dan membantu pengguna jalan.
AKP Agustina mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas di lapangan dan tidak memarkir kendaraan sembarangan di sepanjang rute festival. "Dengan kerja sama seluruh masyarakat, kami optimistis kegiatan ini dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar," katanya.
Parade Budaya hingga Forkopimda Hadir
Street Festival ini tidak hanya menampilkan kendaraan hias dari instansi pemerintah, BUMN, BUMD, dan swasta. Tujuh kelompok seni budaya juga akan unjuk kebolehan dengan menampilkan kekayaan budaya Nusantara, khususnya Lampung. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut.
Pemerintah kota berharap perpaduan parade kendaraan hias dan atraksi budaya ini menjadi sarana promosi budaya sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Warga yang hendak melintas di sekitar Tugu Adipura disarankan mengatur waktu perjalanan dan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan. (*)