BANDARLAMPUNG — Program revitalisasi sekolah di Provinsi Lampung sepanjang 2025 berhasil menjangkau 703 unit sekolah yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Kepala Seksi Pembinaan dan Pelaksanaan Anggaran II C Kanwil DJPb Kemenkeu Lampung, Gwen Adhitya Amalkhan, menyebutkan realisasi dana mencapai Rp500 miliar atau 97,19 persen dari total pagu anggaran.
Lampung Selatan Jadi Penerima Manfaat Terbesar
Dari total sekolah yang direvitalisasi, Kabupaten Lampung Selatan menjadi daerah dengan alokasi terbanyak. Sebanyak 102 unit sekolah di wilayah tersebut mendapat perbaikan pada tahun lalu.
Dana perbaikan ini, menurut Gwen, bersumber dari pemerintah pusat. Skema pendanaannya meliputi bantuan pemerintah dari Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.
Belum Ada Proyek Revitalisasi untuk Tahun 2026
Meski program 2025 rampung, Gwen mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada kegiatan revitalisasi sekolah yang dijadwalkan untuk tahun 2026. Baik dari skema bantuan Kemendikdasmen maupun DAK Fisik, belum ada kepastian anggaran.
“Untuk tahun 2026 belum ada kegiatan revitalisasi baik dari skema bantuan pemerintah dari Kemendikdasmen ataupun dari DAK Fisik,” ujar Gwen di Bandarlampung, Sabtu (11/7).
Progres Pembangunan SMA Unggul Garuda dan Sekolah Rakyat
Selain revitalisasi, pemerintah pusat juga memiliki program strategis lain di sektor pendidikan Lampung. Pembangunan SMA Unggul Garuda hingga Maret 2026 belum menunjukkan pembangunan fisik. Namun, tiga kabupaten telah diusulkan sebagai lokasi, yakni Lampung Selatan, Pringsewu, dan Mesuji. Hanya satu lokasi yang akan dipilih.
Sementara itu, program Sekolah Rakyat di Lampung telah berjalan di tiga titik. Masing-masing berada di Desa Muara Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur; Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan; dan Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung.
Sekolah Rakyat yang sedang dibangun di Kota Baru dirancang sebagai sekolah berasrama. Rencananya, para siswa dari Sekolah Rakyat rintisan yang saat ini masih menempati fasilitas sementara—seperti di Sekolah Rakyat Terintegrasi 35 Bandarlampung dan SRMA 32 Lampung Selatan—akan direlokasi ke gedung permanen di Kota Baru. Operasional penuh ditargetkan pada tahun ajaran 2026/2027.