JAKARTA — Sebanyak 93 lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026, tepat sebelum Tahun Ajaran 2026/2027 dimulai. Pemerintah mengerahkan puluhan ribu tenaga kerja konstruksi dengan sistem tiga shift untuk memastikan percepatan proyek strategis ini.
Program ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Kementerian PU mendapat mandat menyediakan sarana dan prasarana strategis bagi kelompok masyarakat paling membutuhkan.
Target 20 Juni 2026: 67.588 Tenaga Kerja Dikerahkan Tiga Shift
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Kuswara, menyatakan pihaknya berkomitmen penuh menyelesaikan pembangunan tepat waktu. Menteri PU bahkan turun langsung mengawasi progres di lapangan.
"Kementerian PU berkomitmen untuk memastikan penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II sebanyak 93 lokasi yang ditargetkan selesai pada tanggal 20 Juni 2026," ujar Kuswara.
Untuk mengakselerasi pengerjaan, Kementerian PU membentuk Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat yang melibatkan berbagai unit organisasi. Sebanyak 67.588 tenaga kerja konstruksi dikerahkan dengan sistem kerja tiga shift agar proyek di seluruh daerah rampung sesuai jadwal.
Bukan Sekadar Gedung, tapi Investasi Masa Depan Bangsa
Deputi IV Kantor Staf Presiden, Fadjar Dwi Wishnuwardhani, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang berjalan, termasuk verifikasi lapangan di sejumlah lokasi dan rapat koordinasi antar kementerian. Menurutnya, program ini merupakan investasi jangka panjang.
"Program Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun gedung, tapi membangun masa depan bangsa. Dengan konsolidasi kuat dan eksekusi disiplin, target 20 Juni 2026 sangat mungkin tercapai," tegasnya.
Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu memutus rantai ketimpangan akses pendidikan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem secara langsung. Pemerintah mengintegrasikan langkah pengerjaan di lapangan guna menjamin percepatan fasilitas pendidikan ini selesai tepat waktu.
Apa Saja yang Dibangun dalam Program Sekolah Rakyat?
Kementerian PU mendapat tugas mendukung program melalui penyediaan sarana dan prasarana strategis. Kuswara menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan yang layak, berkualitas, dan inklusif.
Selain gedung sekolah, proyek ini mencakup infrastruktur penunjang yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajar mengajar. Seluruh lokasi telah melalui proses verifikasi lapangan untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Kapan Masyarakat Bisa Mulai Menikmati Fasilitas Ini?
Dengan target penyelesaian 20 Juni 2026, Sekolah Rakyat Tahap II siap beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027. Pemerintah memastikan tidak ada lagi hambatan berarti setelah seluruh proses konstruksi dan verifikasi rampung.
Program ini menjadi salah satu prioritas nasional dalam upaya penghapusan kemiskinan ekstrem melalui jalur pendidikan. Kolaborasi lintas kementerian dan pengawasan langsung dari level menteri diharapkan menjaga kualitas dan ketepatan waktu pembangunan.