BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong percepatan program peningkatan produktivitas pertanian sebagai kunci memperkuat ketahanan pangan daerah. Target ambisius itu diumumkan di Bandarlampung, Rabu, di tengah peringatan bahwa dunia berpotensi menghadapi krisis pangan dalam beberapa tahun mendatang.
"Kita tidak boleh berhenti pada produktivitas hari ini. Kalau produktivitas padi bisa naik dari lima ton menjadi delapan ton per hektare, maka pendapatan petani juga akan meningkat signifikan," ujar Rahmat dalam keterangan resminya.
Enam Program Strategis untuk Mengejar Ketertinggalan
Pemerintah provinsi menyiapkan enam program utama untuk mengejar produktivitas yang saat ini masih di bawah Vietnam dan Tiongkok. Pertama, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Kedua, penyediaan mesin pengering jagung atau dryer. Ketiga, penguatan distribusi pupuk agar tepat sasaran.
Keempat, modernisasi alat dan mesin pertanian. Kelima, hilirisasi produk pertanian. Keenam, penguatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah kabupaten/kota, BUMN, dan instansi vertikal.
Lampung: Lumbung Pangan yang Butuh Percepatan
Dengan luas lahan pertanian produktif mencapai 1,2 juta hektare dari total wilayah 3,3 juta hektare, Lampung selama puluhan tahun menjadi penopang utama pangan Sumatera dan sebagian Jawa. Tiga komoditas andalannya adalah padi, jagung, dan singkong.
Selain tanaman pangan, sektor peternakan juga menjadi kekuatan. Produksi ayam, telur, sapi, dan kambing dari Lampung turut menyokong kebutuhan nasional. "Ini yang harus terus ditingkatkan sehingga produksi komoditas pangan di Lampung bisa terus bertambah dan terjaga," kata Rahmat.
Apa Dampak Target Ini bagi Petani Lampung?
Jika target kenaikan tiga ton per hektare tercapai, pendapatan petani padi di Lampung berpotensi melonjak signifikan. Saat ini produktivitas rata-rata masih lima ton per hektare, jauh di bawah potensi lahan subur di provinsi tersebut.
"Daerah yang memiliki pangan akan menjadi daerah yang kuat dan stabil. Oleh karena itu, Lampung harus siap menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional," ucap Rahmat.
Kapan Program Ini Mulai Berjalan?
Pemerintah provinsi tidak menyebutkan tanggal pasti dimulainya seluruh program. Namun, sejumlah proyek seperti rehabilitasi irigasi dan distribusi pupuk sudah berjalan. Rahmat meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi melalui integrasi program pembangunan menuju tujuan bersama.
"Seluruh kebijakan yang kita buat harus berdampak langsung kepada masyarakat. Ketika pertanian tumbuh, maka ekonomi daerah akan tumbuh, kemiskinan berkurang, dan kualitas sumber daya manusia akan meningkat," tambahnya.
Mengapa Swasembada Pangan Mendesak Sekarang?
Rahmat mengingatkan bahwa ancaman krisis pangan global sudah di depan mata. Daerah produsen seperti Lampung wajib memperkuat kapasitas produksi dan menjaga stabilitas pasokan. Fondasi utama ekonomi Lampung adalah pertanian, sehingga pembangunan sektor ini harus menjadi prioritas bersama.