Satgas Bencana IIB Darmajaya Sidak TPA Bandar Jaya, Soroti Asap Kebakaran Sampah Ganggu Jarak Pandang di Tol Bakter

Penulis: Syaiful Bahri  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:31:01 WIB
Satgas Bencana IIB Darmajaya melakukan inspeksi di TPA Bandar Jaya untuk menilai penanganan kebakaran sampah.

LAMPUNG TENGAH — Kebakaran di TPA Bandar Jaya sebelumnya menyebabkan asap tebal menutupi ruas Tol Bakter, terutama di sekitar KM 107 hingga KM 132. Kondisi itu mengganggu jarak pandang pengendara dan memaksa petugas melakukan pengaturan lalu lintas untuk menekan risiko kecelakaan.

Inspeksi Satgas Bencana IIB Darmajaya melibatkan Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia yang juga Dosen Prodi Manajemen IIB Darmajaya, Yan Aditiya Pratama. Sidak tersebut menjadi momentum menilai apakah penanganan kebakaran telah mempertimbangkan risiko yang lebih luas, bukan hanya pemadaman di lokasi utama.

Mengapa Asap TPA Bisa Mengganggu Keselamatan di Jalan Tol

Kebakaran di kawasan yang berdekatan dengan infrastruktur transportasi strategis menimbulkan dampak berantai. Mulai dari pencemaran udara, gangguan visibilitas, hingga potensi penyebaran api ke vegetasi atau lahan di sekitarnya.

Asap yang terbawa angin ke badan jalan berpotensi mengurangi jarak pandang secara mendadak. Pengendara pun sulit mengantisipasi kendaraan di depannya. Pengelola jalan tol dan instansi terkait diminta memastikan pemantauan kondisi asap, penyampaian informasi kepada pengguna, serta pengaturan lalu lintas sesuai tingkat risiko di lapangan.

Apakah Kebakaran TPA Ini Sudah Bisa Disebut Karhutla?

Kebakaran TPA tidak otomatis dapat dikategorikan sebagai kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, apabila api menjalar ke lahan di sekitarnya, kejadian tersebut dapat berkembang menjadi persoalan kebakaran lahan yang lebih luas.

Pertanyaan pentingnya adalah apakah kebakaran masih terbatas pada tumpukan sampah atau terdapat potensi penyebaran ke lahan bervegetasi yang lebih kering. Kondisi itu perlu ditentukan berdasarkan pemeriksaan lapangan, pemantauan titik panas, arah angin, kondisi vegetasi, serta keberadaan bara yang masih berpotensi memicu kebakaran kembali.

Titik Api Baru dan Pemantauan Pascapemadaman

Deteksi dini dan pemantauan pascapemadaman menjadi bagian penting dari upaya pencegahan. Pemadaman tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan apabila masih terdapat risiko bara, asap, atau penyebaran api ke kawasan sekitar.

Satgas Bencana IIB Darmajaya perlu memastikan hasil inspeksi dapat menjadi dasar pemetaan risiko dan rekomendasi penanganan. Temuan lapangan tersebut juga perlu dikoordinasikan dengan BPBD, pemadam kebakaran, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

Langkah yang Diminta Setelah Inspeksi

Dari sisi penanggulangan bencana, kejadian ini menunjukkan perlunya pendekatan yang menghubungkan pencegahan, deteksi dini, respons darurat, dan evaluasi setelah kejadian. Yang perlu segera dipastikan adalah apakah masih terdapat sumber panas dan apakah api berpotensi menjalar ke vegetasi atau lahan kering.

Kondisi cuaca serta arah angin juga perlu diperhitungkan karena dapat memperbesar dampak kebakaran. Pemantauan titik panas dan pemeriksaan lapangan oleh instansi berwenang diperlukan untuk menentukan tingkat ancamannya.

Sidak Satgas Bencana IIB Darmajaya diharapkan berkontribusi pada upaya membangun kewaspadaan dini, memperkuat koordinasi penanganan, dan mendorong tindakan pencegahan berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Perhatian utama bukan sekadar apakah kebakaran TPA akan berkembang menjadi karhutla, melainkan apakah potensi tersebut dapat dideteksi sejak awal dan ditangani sebelum menimbulkan dampak lebih luas bagi lingkungan, masyarakat, serta keselamatan pengguna jalan tol.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: gemamedia.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top