TANGGAMUS — Pelantikan berlangsung khidmat dengan Bupati didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus, Ir. Suaidi. Turut hadir Plt. Asisten II, Asisten III, para Staf Ahli Bupati, kepala organisasi perangkat daerah, serta sejumlah undangan lain.
Saleh Asnawi menyebut jabatan kepala sekolah sebagai amanah besar yang menuntut tanggung jawab penuh. Menurutnya, kepala sekolah bukan sekadar pengelola administrasi, melainkan pemimpin yang menentukan arah kemajuan sekolah.
Integritas Jadi Syarat Utama Kepala Sekolah
Bupati meminta setiap kepala sekolah yang dilantik menjadi pemimpin berintegritas, profesional, dan disiplin. Mereka juga dituntut memberi teladan bagi guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan masyarakat sekitar.
"Jabatan kepala sekolah adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya berharap para kepala sekolah yang hari ini dilantik dapat menjadi pemimpin yang berintegritas, profesional, disiplin, dan mampu memberikan teladan yang baik bagi guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta masyarakat," tegas Bupati.
Ukuran keberhasilan pendidikan, lanjutnya, tidak berhenti pada nilai akademik atau kelengkapan sarana-prasarana. Pembentukan karakter, kedisiplinan, moral, dan kesiapan siswa menghadapi tantangan masa depan dinilai sama pentingnya.
Kepala Sekolah Diminta Pahami Kondisi Psikologis Warga Sekolah
Selain kemampuan manajerial, Bupati menekankan penguasaan aspek psikologis dalam memimpin sekolah. Kepala sekolah diharapkan memahami karakter, kondisi emosional, serta kebutuhan guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik.
Bekal itu dinilai penting untuk mengambil keputusan secara bijaksana. Kepala sekolah diminta mampu mengendalikan diri, bersikap tegas tanpa mengabaikan aturan, serta mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan persoalan.
Kolaborasi dengan guru, orang tua siswa, komite sekolah, dan masyarakat juga menjadi perhatian Bupati. Ia mengingatkan agar kepala sekolah tidak bekerja sendiri-sendiri dalam menjalankan program sekolah.
"Jangan bekerja sendiri-sendiri. Bangun komunikasi yang baik dengan guru, orang tua, komite sekolah, dan masyarakat. Dengarkan masukan, cari solusi terhadap setiap persoalan, dan pastikan seluruh kebijakan yang diambil berorientasi pada kepentingan peserta didik serta peningkatan mutu pendidikan," ujarnya.
Enam Bulan Pertama Jadi Ajang Pembuktian Kinerja
Evaluasi kinerja kepala sekolah SD dan SMP dijadwalkan berlangsung setelah enam bulan bertugas. Penilaian mencakup kedisiplinan, kemampuan memimpin dan mengelola sekolah, pembinaan tenaga pendidik, kualitas pembelajaran, serta upaya meningkatkan prestasi peserta didik.
Periode enam bulan pertama diminta dimanfaatkan untuk membuktikan komitmen, memperbaiki kekurangan, dan menunjukkan hasil kerja yang dirasakan warga sekolah. Jabatan kepala sekolah dinilai bukan sekadar posisi, melainkan tanggung jawab yang harus dibuktikan lewat kinerja.
Bupati berharap para kepala sekolah menghadirkan inovasi dan pembenahan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah, bukan hanya menjalankan rutinitas. Transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan program pendidikan juga ditekankan.
"Keberhasilan pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah daerah terus mendorong perbaikan kualitas pendidikan, tetapi semua itu harus diikuti dengan kerja nyata di sekolah," kata Bupati.